Hadis Hasan: Pengertian, Klasifikasi & Macamnya, Beserta Contoh Kitabnya…

Hadis Hasan
Sumber Foto: Al-mubarok.com

Hadis Hasan: Pengertian, Klasifikasi & Macamnya, Beserta Kitab-Kitab yang Memuat Hadis Hasan…

Tongkrongan Islami – Petunjuk AL-Qur’an mengisyaratkan kapada kita ,bahwa hadis Nabi adalah sumber ajaran Islam yang kedua setelah Al-Qur’an. Untuk mengetahui ajaran Islam yang benar diperlukan Al-Qur’an hadis Nabi.

Setelah  melakukan penelitian terhadap hadis-hadis nabi saw, maka yang harus dikaji secara cermat dan teliti adalah sanad dan matan hadis itu, di antara ulama ada yang mencukupkan penelitian sanad saja tanpa penelitian matan, padahal penelitian terhadap matan tidak kurang penting dengan penelitian terhadap sanad,sebab hadis yang sahih sanad matannya da’if juga tidak dapat dijadikan hujjah, hadis yang berkualitas baik adalah hadis yang sahih sanad dan matannya, sehingga penulis sependapat dengan ulama yang menganggap penting penelitian terhadap sanad dan matan hadis,agar supaya kualitas hadis benar-benar meyakinkan.

Karena ada beberapa orang dari golongan tersebut yang Menta’wilkan Al-Qur’an tidak menurut yang seharusnya dan menggunakan nash as-sunnah tidak menurut yang semestinya.Dan ketika sebagian mereka tidak menemukan apa yang mereka cari karena banyaknya pakar yang hafal Al-Qur’an dan Sunnah, maka mereka mencoba beralih kepada pola pemalsuan dan pendustaan atas diri Rasulullah Saw.

Sejak saat itulah muncul Hadis-hadis tentang keutamaan Khalifah Rasiydah yang empat dan yang lain dari para pemimpin dan  pemuka aliran.disamping itu muncul Hadis-hadis yang secara tegas menyatakan pengukuhan atas kelompok-kelompok politik dan aliran-aliran keagamaan serta yang lainnya. Hadis palsu yang mula-mula dibuat ialah hadis berkenaan dengan pengutusan pribadi.

Sejarah telah membuktikan bahwa ulama-ulama, sesungguhnya dalam meneliti sanad hadis, mereka telah berlaku demikian karena berpendapat bahwa sanad hadis merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari agama dan hadis itu sendiri.

Sebelumnya kami telah membahas secara rinci mengenai hadis shahih dan hadis dhaif, kali ini kami akan membahas permasalahan hadis selanjutnya yaitu hadis hasan.

Pengertian Hadits Hasan

Hasan menurut bahasa artinya baik dan bagus. Menurut istilah: Hadis yang sanadnya bersambung dari permulaan sampai akhir, diceritakan kepada orang-orang adil, kurang dhabitnya, serta tidak ada zyudz dan illat, yang berat didalamnya.

Adapun kekuatan hukumnya: Hadis hasan sama seperti hadis shahih dalam pemakaiannya sebagai hujjah, walaupun kekuatannya lebih rendah dibawah hadis shahih. Semua ahli fikih, ahli hadis, dan ahli ushul fikih, menggunakan hadis hasan ini sebagai hujja. Contohnya:”Sesungguhnya pintu-pintu surga berada di bawah naungan pedang.

Klasifikasi Hadis Hasan

Sebagaimana hadis shahih, hadis hasan pun terbagi atas hasan litzatih dan hasan li ghairih. Hadis yang memenuhi syarat-syarat hadis hasan disebut hadis hasan li dzatih, syarat untuk hadis hasan adalah sebagaimana syarat hadis shahih, kecuali bahwa para rawinya hanya termasuk kelompok keempat (saduq) atau istialh lain yang setaraf atau sama dengan tingkatan tersebut.

Adapun hasan li ghairhi adalah hadis da’if  yang bukan dikarenakan rawinya pelupa, banyak salah dan orang fasik, yang mempunyai mutabi’ dan syahid. Hadis daif yang karena rawinya buruk hafalannya, tidak dikenal identitasnya, menyembunyikan cacat dapat naik derajatnya menjadi hasan li ghairih karena dibantu oleh hadis-hadis lain semisaldan semakna atau karena banyak rawi yang meriwayatkannya.

Kedudukan Hadis Hasan dalam Berhujjah

Kebanyakan ulama ahli hadis dan fuqaha bersepakat untuk menggunakan hadis hasan sebagai hujjah. Disamping itu , ada ulama yang mensyaratkan bahwa hadis hasan dapat di gunakan sebagai hujjah,bilamana memenuhi sifat-sifat yang bisa diterima.

Pendapat terakhir ini memerlukan peninjauan yang saksama. Sebab, sifat- sifat yang dapat diterima itu ada yang ,menengah, dan rendah.Hadis yang sifat dapat diterimahnya tinggi dan menengah adalah hadis shahih, sedangkan hadis yang sifat yang diterimahnya rendah adalah hadis hasan.

Hadis-hadis yang mempumyai sifat dapat diterimah sebagai hujjah disebut hadis maqbul, dan hadis yang tidak mempunyai sifat-sifat yang dapat diterimah disebut hadis mardud.

Yang termasuk hadis maqbul adalah;

  1. Hadis shahih, baik shahih li dzatihi maupun shahih li ghairih.
  2. Hadis hasan , baik hasan li dzatihi maupun hasan li ghairihi.

Yang dimaksud hadis mardud adalah segalah macam hadis daif. Hadis mardud  tidak dapat diterimah sebagai hujjah karena terdapat sifat-sifat tercelah pada rawi-rawinya atau pada sanadnya.

Kitab-kitab yang mengandung hadis hasan

  1. Jami’ At-Tirmidzi, dikenal dengan sunan At-Tirmidzi, merupakan sumber untuk mengetahui hadis hasan.
  2. Sunan Abu Dawud.
  3. Sunan Ad-Daruquthi.

 

Sumber Tulisan

Syaikh Manna’ Al-Qaththan. Pengantar Studi Ilmu Hadis (Cet. 1V; Jakarta timur: Maktabah Wahbah 2009), h. 121.

Ibn Hajar Al-Asqalant. Ilmu Mustalah Hadis Dasar (Cet. 1: Medan: Panjiaswaja Pres), h. 16.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.