Merenungi Hikmah Penciptaan Matahari dalam Sistem Tatasurya

Hikmah Penciptaan Matahari

Tongkrongan Islam – Pernahkah terbayangkan dalam pikiran kita jika alam semesta ini tidak ada matahari? Akankah ada kehidupan di bumi tempat kita bernaung saat ini?  Karena kuasa dan kebesaran Allah Subhanahu wa Ta’ala, matahari diciptakan dengan manfaat yang sangat luar biasa bagi kehidupan manusia.

Matahari menjadi sumber kehidupan dan sumber energi yang sangat dibutuhkan untuk kelangsungan hidup seluruh makhluk hidup di bumi. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:  “Dialah (Allah) yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya.  Dan Dialah yang menetapkan tempat-tempat peredarannya, agar kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu)”.  (QS.  Yunus:  5).

Jelas bahwa matahari memancarkan sinar yang berasal dari dirinya sendiri, berbeda dengan bulan yang mendapatkan cahanya dari sinar matahari. Inilah mengapa cahaya matahari lebih tajam dan panas sementara cahaya bulan lebih lembut.

Perbedaan antara matahari dan bulan juga terletak pada fungsinya. Dimana matahari berfungsi sebagai sumber energi dan kehidupan, serta berguna untuk menentukan waktu shalat. Sementara bulan sebagai penunjuk kehidupan berupa penentuan waktu untuk melaut bagi nelayan, penentuan hari raya dan juga pelita di waktu malam.

Penciptaan matahari menjadi bukti kecintaan Allah kepada manusia. Matahari seumpama bola api raksasa yang mampu memberikan panas dan cahaya yang begitu luar biasa sehingga alam semesta ini terang benderang di waktu siang. Tanpa matahari, alam semesta akan gelap gulita dengan cuaca yang selalu dingin karena tidak adanya panas matahari yang memancar.

Kebesaran Allah sangat jelas dengan pancaran sinar matahari yang hanya mencapai 0,2% saja ke bumi sehingga manusia merasa nyaman.  Perlu diketahui bahwa permukaan matahari memiliki temperatur yang sangat panas, yaitu sekitar 6.000 derajat Celsius, sementara pada bagian dalamnya memiliki temperatur hingga 12 juta derajat Celsius.  Dimana pada permukaan matahari selalu terjadi ledakan dahsyat setara jutaan bom atom dengan lidah api raksasa yang ukurannya 40-50 kali lebih besar dari bumi yang kita huni saat ini.  Masya Allah.

Allah telah menciptakan jarak yang sempurna antara matahari dan bumi sehingga manusia mendapatkan manfaat matahari secara maksimal. Bayangkan jika jarak matahari dekat dengan bumi, tentu semua isi bumi telah terbakar dan hangus. Demikian juga jika jarak matahari dan bumi sangat jauh, tentu bumi ini akan diselimuti salju abadi sehingga mustahil untuk suatu kehidupan.

Bukan hanya itu saja, paparan sinar matahari yang begitu minim di wilayah kutub secara permanen telah diselimuti oleh es. Sementara di wilayah ekuator, paparan sinar matahari lebih banyak dan konsisten. Namun ternyata, perbedaan suhu tersebut mampu menciptakan iklim moderat bagi bumi secara keseluruhan. Dan dengan iklim tersebut kehidupan bisa terwujud.

Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menciptakan bumi, matahari, bulan, bintang dan sistem tatasurya dengan sangat teliti dan teratur sehingga manusia dan makhluk hidup lainnya bisa hidup secara nyaman.

Dengan Kuasa dan Kebesaran-Nya pula, matahari dan bulan senantiasa bergerak sesuai perintah Allah, sebagaimana firman Allah berikut ini: “Dan Dia menundukkan malam dan siang, matahari dan bulan untukmu, dan bintang-bintang dikendalikan dengan perintah-Nya.  Sunggguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang mengerti.” (QS. An-Nahl [16]: 12).

Selain itu Allah juga berfirman: “Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya.   Ingatlah menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah Tuhan semesta alam.” (QS. Al-A’raf [7]: 54).

Tentang penciptaan alam semesta yang begitu menakjubkan karena Kebesaran dan Kuasa Allah semata, tentu membuat kita sebagai manusia senantiasa merasa bersyukur sekaligus takjub dengan alam semesta yang begitu tertata. Berbagai kejadian dan fenomena alam yang kita temui tak lain adalah bukti Kebesaran Allah, sebagai Pencipta alam semesta.

Baca Juga: Mengenal 7 Lapisan Langit dalam Islam beserta Penghuninya

Tak henti-hentinya kita untuk mengagumi semua ciptaan Allah, baik yang melekat pada diri kita sendiri, di sekitar kita maupun segala sesuatu yang ada di alam semesta termasuk matahari yang begitu menakjubkan. Wallahu a’lam Bish-shawab.  Semoga kita menjadi hamba yang senantiasa bertakwa dan bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here