Hukum Donor Darah dan Bekam bagi Orang Berpuasa

Hukum Donor Darah dan Bekam bagi Orang Berpuasa

Hukum Donor Darah dan Bekam bagi Orang Berpuasa – Berobat dengan cara mengeluarkan darah kotor telah dikenal sejak lama. Dan metode ini dikenal oleh masyarakat kira dengan istilah bekam (Arab: hijamah).

Metode ini terbukti efektif sebagai sarana untuk menyehatkan badan. Sebab ketika dibekam tubuh mengeluarkan toksin dan kandungan berbahaya yang ada pada aliran darah sehingga oksigen dapat terserap secara lebih maksimal. Dalam hal ini Rasulallah saw bersabda:

عَنْ أَنَسٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ خَيْرُ مَا تَدَاوَيْتُمْ بِهِ الْحِجَامَةُ

“Dari Anas bin Malik, bahwa Nabi saw bersabda: ‘Sebaik-baik berobat bagi kalian adalah bekam’ (H.R. Ahmad no. 12045).”

Meskipun bekam adalah metode berobat yang baik, namun terdapat perselisihan ulama apabila bekam dilakukan terhadap orang yang berpuasa; baik pelaku bekam maupun yang meminta dibekam.

Sebagian ulama mengatakan orang yang berbekam wajib berbuka, dan mengqadla puasa jika ia sedang berpuasa wajib. Namun sebagian ulama lain berpendapat bekam tidak membatalkan puasa. Lantas bagaimana sikap kita dalam hal ini? Berikut bahasan singkatnya.

Terkait dengan bekam,terdapat beberapa riwayat sebagai berikut:

Advertisement
Loading...

عَنْ ثَوْبَانَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَفْطَرَ الْحَاجِمُ وَالْمَحْجُومُ

Dari Tsauban, dari Nabi saw beliau bersabda: ‘Orang yang melakukan bekam dan yang minta dibekam berbuka (batal puasanya)’ (H.R. Abu Dawud no. 2367).

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ احْتَجَمَ وَهُوَ مُحْرِمٌ وَاحْتَجَمَ وَهُوَ صَائِمٌ

“Dari Ibnu Abbas ra, bahwa Nabi saw berbekam ketika sedang ihram dan puasa” (H.R. al-Bukhari no. 1938).

سُئِلَ أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَكُنْتُمْ تَكْرَهُونَ الحِجَامَةَ لِلصَّائِمِ قَالَ لاَ إِلَّا مِنْ أَجْلِ الضَّعْفِ

Anas bin Malik ditanya, Apakah kalian tidak menyukai bekam bagi orang yang puasa? Beliau menjawab: ‘Tidak, kecuali jika membuat lemah’ (H.R. al-Bukhari no. 1940).

Jika kita cermati, semua riwayat sahih diatas terlihat terdapat pertentangan di dalamnya. Satu riwayat melarang berbekam bagi orang yang berpuasa; baik yang melakukan bekam maupun yang minta dibekam, riwayat lain menceritakan tentang bekamnya Nabi saw ketika sedang ihram dan puasa yang berarti menunjukkan kebolehan bekam meski sedang puasa. Sedangkan Anas bin Malik menerangkan bekam dilarang jika dapat membuat lemah.

Berangkat dari riwayat yang berbeda ini, para ulama terbagi dalam dua golongan tentang batal atau tidaknya puasa orang yang melakukan dan meminta dibekam.

Mayoritas ulama madzhab Syafi’i, Malik, dan Hanafi mengatakan bekan tidak membatalkan puasa. Pendapat ini juga dianut oleh beberapa Sahabat seperti Ibnu Mas’ud, Anas bin Malik, dan Ibnu Abbas. Pun dipegangi oleh beberapa ulama salaf. Adapun yang menjadi argumen mereka adalah:

Pertama, larangan berbekam telah dihapus (nasakh) oleh hadits yang datang belakangan tentang bolehnya bekam bagi orang puasa. Adapun riwayat yang dimaksud adalah

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ رَخَّصَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْقُبْلَةِ لِلصَّائِمِ وَالْحِجَامَةِ لِلصَّائِمِ

“Dari Abu Sa’id; Nabi saw memberi keringanan untuk mencium (istri) dan bekam bagi orang puasa” (H.R. Ibnu Khuzaimah no. 1967. Dinilai sahih oleh Syaikh al-Albani dalam ­al-Irwa no. 921).

Adanya riwayat ini menunjukkan bahwa bekam merupakan rukhshah (keringanan) bagi orang puasa dan bukan ‘azimah (hukum asal). Oleh karena itu tidak tepat jika dikatakan bekam membatalkan puasa. Namun ulama yang berpendapat sebaliknya menilai hadits ini lemah (dla’if) sehingga tidak dapat dijadikan hujjah untuk menasakh riwayat yang lebih kuat.

Kedua, pelarangan bekam dalam riwayat sebelumnya dimaknai sebagai majas, yaitu orang yang melakukan bekam dan minta dibekam dapat terjerumus dalam perbuatan yang membatalkan puasa. Argumen ini diperkuat oleh riwayat:

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ حَنْبَلٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَابِسٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَيْلَى حَدَّثَنِي رَجُلٌ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنِ الحِجَامَةِ وَالْمُوَاصَلَةِ وَلَمْ يُحَرِّمْهُمَا إِبْقَاءً عَلَى أَصْحَابِهِ

“Rasulallah saw melarang bekam dan puasa wishal, namun tidak sampai mengharamkan. Hal itu masih berlaku bagi Sahabatnya” (H.R. Abu Dawud no. 2374).

Selain itu, terdapat riwayat lain dari Sahabat Anas bin Malik:

سُئِلَ أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَكُنْتُمْ تَكْرَهُونَ الحِجَامَةَ لِلصَّائِمِ قَالَ لاَ إِلَّا مِنْ أَجْلِ الضَّعْفِ

Anas bin Malik ditanya, Apakah kalian tidak menyukai bekam bagi orang yang puasa? Beliau menjawab: ‘Tidak, kecuali jika membuat lemah’ (H.R. al-Bukhari no. 1940).

Berdasarkan pemaparan ini, pendapat yang lebih tepat adalah bekam tidak membatalkan puasa. Hal ini diperkuat oleh berbagai riwayat sahih yang menunjukkan bolehnya melakukan bekam ketika puasa meskipun mereka menilai lemah satu hadits yang berasal dari Ibnu Khuzaimah (no. 1967).

Namun jika bekam menyebabkan lemas dan dapat menjerumuskan seseorang pada batalnya puasa, maka bekam seperti ini yang dilarang. Dengan kalimat lain, hukum bekam bergantung pada kondisi masing-masing individu dan tidak dapat dianggap sama untuk semua orang.

Baca Juga:

  1. Suntik dan Infus di Siang Hari Ramadhan, Apakah Membatalkan Puasa?
  2. Batalkah Puasa Saat Kita Pingsan?
  3. Berhubungan Intim Berulangkali di Siang Hari Bulan Ramadhan

Adapun untuk donor darah disamakan dengan hukum bekam ini; boleh jika tidak membuat lemas. Apabila bekam dan donor dapat dilakukan setelah berbuka puasa, maka hal itu lebih baik lagi sebagai cara untuk keluar dari perselisihan pendapat. Namun jika butuh segera, maka silahkan dilakukan dengan catatan tidak membuat lemah dan lemas sehingga orang yang mendonorkan darahnya membatalkan puasa.

Wallahu a’lam bi ash-shawab.

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here