Kemanakah Perginya Ruh setelah Manusia Meninggal?

Kemanakah Perginya Ruh setelah Manusia Meninggal

Tongkrongan Islami – Ketika manusia telah meninggal dunia, ada banyak hal yang mungkin muncul menjadi sebuah pertanyaan. Terutama yang berhubungan dengan ruh orang yang telah meninggal, bagaimana keadaan ruh tersebut dan kemanakah perginya ruh setelah manusia meninggal. Apakah ruh bisa mengunjungi keluarganya? Apakah ruh bisa menemui keluarganya melalui mimpi? Untuk mendapatkan jawabannya, mari kita simak ulasannya berikut ini.

Rasulullah sedikit banyak telah menjelaskan perihal ruh orang yang sudah meninggal melalui beberapa hadist untuk menjawab pertanyaan seputar ruh.

Ruh orang yang meninggal bisa bertemu dengan ruh orang yang tengah tidur dalam sebuah mimpi

Para ulama menyatakan bahwa pertemuan antara ruh orang yang sudah meninggal dengan ruh orang yang sedang tidur dalam sebuah mimpi bisa saja terjadi sesuai yang Allah kehendaki.  Hal ini didasarkan pada firman Allah SWT:

“Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) ruh (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; Maka Dia tahanlah ruh (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan ruh yang lain sampai waktu yang ditetapkan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir.” (QS. Az-Zumar: 42).

Mengani ayat tersebut terdapat dua pendapat dari ahli tafsir, dimana salah satunya menyebutkan bahwa ruh orang yang ditahan adalah ruh orang yang sudah meninggal dan tidak bisa kembali kepada jasadnya, sementara ruh orang yang dilepaskan adalah ruh orang yang sedang tidur. (Ar-ruh, Ibnul Qoyim: hal 31).

Ruh mengetahui ketika ada seseorang yang berjalan melewati kuburnya, dan ketika ada yang mengucap salam maka ia menjawabnya

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Dimana ada seseorang yang melewati kuburan seseorang yang dikenalnya selama hidup di dunia, lalu orang yang lewat itu mengucapkan salam untuknya, maka mayit akan menjawab salamnya.” (HR.  Bukhari).

Ruh senang diziarahi dan mengetahui siapa yang menziarahi

Selain mendo’akan mereka yang telah meninggal terlebih dulu, ziarah kubur juga dimaksudkan agar kita senantiasa mengingat kematian sehingga berupaya untuk mempersiapkan bekal sebaik-baiknya sebelum ajal menjemput.

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau pernah bertanya kepaada Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wa Sallam: “Ya Rasulullah, apa yang harus aku ucapkan ketika aku ziarah kubur?” “Ucapkanlah Assalamu ‘alaikum wahai penghuni kubur, dari kalangan mukminin dan muslimin. Semoga Allah merahmati orang yang telah meninggal dan yang masih hidup. Dan InsyaaAllah kami akan menyusul kalian.”  (HR. Muslim).

Ruh berada di alam barzakh yang menjadi dinding pemisah antara kehidupan di dunia dan di alam kubur

Ruh orang yang baik dan beramal shalih tentu saja berada di tempat yang baik, sedangkan ruh orang yang ingkar dan kafir berada di tempat yang buruk sebagaimana yang telah dijanjikan oleh Allah SWT.

Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Ketika saudara kalian meninggal di perang Uhud, Allah menjadikan ruh mereka di perut burung hijau. Mendatangi sungai-sungai surga, makan buah surga, dan beristirahat di sarang yang terbuat dari emas, menggantung di bawah ‘Arsy. Ketika mereka merasakan lezatnya makanan dan minuman, dan tempat istirahat, mereka mengatakan: ‘Siapa yang bisa memberitahu kepada saudara-saudara muslim lainnya tentang kabar kami, bahwa kami hidup di surga dan kami mendapatkan rizki. Agar mereka tidak menghindari jihad dan tidak pengecut ketika perang. Lalu Allah menjawab:  ‘Aku yang akan sampaikan kabar kalian kepada mereka.’ Kemudian Allah menurunkan firman-Nya: “Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya…”(HR.  Abu Daud).

Adapun tentang kabar yang menyebutkan bahwasanya ruh akan kembali kepada keluarga selama 40 hari merupakan hal yang tidak tepat, karena tidak ada dalil shahih yang menyebutkan tentang hal itu. Demikian juga dengan kemungkinan ruh mengetahui keadaan keluarga yang telah ditinggalkannya. Karena di alam barzakh ruh akan disibukkan dengan kenikmatan atau siksa kubur sesuai amal perbuatan yang telah dilakukannya semasa hidup.

Allah SWT berfirman: “Mereka bertanya kepadamu (hai Muhammad) tentang ruh. Jawablah: ‘Itu termasuk urusan Tuhanku.’ Dan tidaklah kamu diberi (ilmu) pengetahuan melainkan hanya sedikit.”  QS. Al-Israa: 85).

Wallahu a’lam bish-shawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.