Kematian Orang Beriman Tidaklah sama dengan Orang Kafir, Coba Renungkan!

Kematian Orang Beriman Tidaklah sama dengan Orang Kafir

Allah SWT berfirman yang artinya: “Maka jika datang waktu kematian mereka, tidak bisa mereka tunda dan mendahulukannya sedetikpun.” (QS. An-Nahl: 61).

Sangat jelas bahwa waktu kematian manusia sudah ditetapkan dan tidak bisa ditunda ataupun dimajukan meskipun hanya satu detik. Kematian adalah sebuah misteri, tidak ada satu manusiapun yang mengetahui kapan dia akan mati, di mana dia akan mati, dan bagaiaman dia mati (baca: tanda-tanda kematian). Kematian merupakan salah satu ketetapan dari Allah SWT yang akan dialami oleh seluruh makhluk hidup yang bernyawa.

Pada dasarnya manusia hanyalah menunggu gilirannya untuk kembali kepada Sang Khalik tanpa bisa merencanakan kematiannya akan seperti apa. Lalu bagaimana kematian orang beriman dan orang kafir, apakah sama?

Allah SWT berfirman yang artinya:  “Dialah Allah yang menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji siapa diantara kalian yang terbaik amalnya.” (QS: Al-Mulk: 2).

Sebagai seorang muslim kita harus senantiasa mempersiapkan diri jika sewaktu-waktu ajal menjemput. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah memperbanyak amal ibadah dan menghiasinya dengan akhlak dan amal perbuatan yang baik.

Dengan cara tersebut insyaallah ketika malaikat maut menjemput, kita sudah benar-benar siap dengan bekal yang cukup sehingga lisan bisa dengan mudah mengucap kalimah syahadat dan bisa kembali kepada Allah dengan khusnul khotimah.

Orang-orang yang beriman akan mengalami kematian yang mudah, dimana nyawanya yang suci akan dicabut dan akan disambut oleh malaikat dengan berita gembira.

Sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. An-Nahl: 32, yang artinya: “Orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat akan disambut oleh malaikat dengan mengatakan; ‘Salaamun ‘alaikum, masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan.”

Subhanallah, betapa Allah sangat mengasihi hambanya yang beriman dan senantiasa mendekatkan diri kepada-Nya.

Lalu bagaimana dengan orang kafir? Apakah mereka akan mengalami kematian yang sama dengan orang beriman. Ternyata Allah pun telah memberikan peringatan tentang bagaimana kesengsaraan orang kafir ketika menghadapi sakaratul maut. Kesengsaraan orang kafir ketika sakaratul maut tidak akan terlihat oleh orang di sekitarnya.

Allah SWT berfirman yang artinya: “Dan siapakah yang lebih dzalim daripada orang yang membuat kedustaan terhadap Allah atau berkata, ‘Telah diwahyukan kepada saya,’ padahal tidak ada diwahyukan sesuatupun kepadanya, dan orang yang berkata, ‘Saya akan menurunkan seperti yang diturunkan Allah.’  Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang dzalim berada dalam tekanan-tekanan sakaratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya sambil berkata, ‘Keluarkanlah nyawamu.’ Di hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya.” (QS. Al-An’am: 93).

Meskipun orang kafir terlihat mati dalam keadaan tenang, tidak ada yang mengetahui bahwa sebenarnya mereka sedang mengalami siksaan dan penderitaan yang luar biasa manakala ajal akan menjemput.

Orang kafir akan selalu menghindar dari kematian, mereka sangat mencintai dunia dan takut mati. Mereka senantiasa mementingkan kehidupan di dunia dengan berlomba-lomba mendapatkan kesenangan duniawi yang semu.

Allah SWT berfirman yang artinya: “Kalau kamu melihat ketika para malaikat mencabut jiwa orang-orang yang kafir, seraya memukul muka dan belakang mereka (dan berkata):  ‘Rasakan olehmu siksa neraka yang membakar,’ (Tentulah kamu akan merasa ngeri). Demikian itu disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri.  Sesungguhnya Allah sekali-kali tidak menganiaya hamba-Nya. (QS. Al-Anfaal: 50-51).

Sebagai seorang muslim, marilah kita senantiasa meningkatkan keimanan dan takwa kita kepada Allah SWT.  Memperbaiki akhlak dan perbuatan kita dengan kebaikan dan hal-hal yang bermanfaat sehingga hidup kita semakin bermakna dan tidak sia-sia.

Kita juga harus saling memberikan peringatan kepada sesama umat Islam untuk selalu mengutamakan akhirat dan tidak terjebak dalam kesenangan duniawi yang hanya sesaat saja. Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita dan menerima amal ibadah kita. Wallahu a’lam Bish-Shawabi.

Baca Juga: Subhanallah, 7 Golongan Manusia ini akan mendapatkan Naungan dari Allah di Akhirat nanti

Allah SWT berfirman yang artinya: “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.  Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. (QS. Ali Imran: 185).  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.