Kultum Singkat tentang Buah Pohon Ketakwaan bagi yang Mengerjakan

Kultum Singkat tentang Buah Pohon Ketakwaan

Tongkrongan Islami – Taqwa merupakan dimensi yang paling penting dari agama Islam. Ia bukan saja dapat difahami sebagai sebuah penghayatan, namun juga sebuah karakter yang digunakan untuk membentuk tidak hanya kesalehan pribadi, namun juga kesalehan sosial.

Dengan ini, maka orang orang yang sedang bekerja disebuh kantor, berangkat pagi dengan niat mencari nafkah dan pulang sore hari dengan menyempatkan sedikit waktunya berhenti ditengah jalan untuk salat magrib, bisa saja dimensi ketaqwaannya sangat terlihat dibandingkan dengan sebagian lain yang hanya menyibukkan diri dengan orasi bisu dan teriakan keras dengan menyebut nama Allah dalam melakukan pengerusakan fasilitas umum.

Orang yang Muttaqin tidak hanya memiliki pola berfikir agama hanya untuk ketaannya kepada Allah sebagai pahala untuk dirinya semata, namun juga ketaatan kepada Allah yang bisa memperbaiki prilaku diri, dan dirinya baik bagi orang lain.

Paling tidak, amal yang dilakukan tidak terlalu “ego” terorientasi pada pahala semata, namun bagaimana implementasi atau terapan pemahaman nya mengenai agama berbekas pada prilaku sosialnya dalam masyarakat.

Tauladan keberagamaan Nabi ini, dijadikan landasan oleh al-Qur’an dalam menjelaskan, setidaknya ada tiga buah manis yang akan didapatkan oleh orang-orang yang bertaqwa:

  1. Memperoleh al-Furqon, yakni kepekaan dan intelegensi dalam menelaah dan membedakan sesuatu. Termasuk menentukan hukum halal dan haram, pantas dan tidak pantas. Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِنْ تَتَّقُوا اللَّهَ يَجْعَلْ لَكُمْ فُرْقَانًا وَيُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ (29)

Hai orang-orang yang beriman, jika kamu bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan memberikan kepadamu furqaan dan menghapuskan segala kesalahan-kesalahanmu dan mengampuni (dosa-dosa)mu. Dan Allah mempunyai karunia yang besar. (QS. Al-Anfal: 29)

Ada tiga kata kunci yang bisa difahami dalam ayat ini, furqan, yukaffir dan yaghfir. Sebagaimana disinggung, bahwa ayat ini merupakan ayat yang memberikan penjelasan dan keterangan bahwa apabila seseorangn bertaqwa kepada Allah, maka Allah akan menganugerasi dia berupa furqan, yang akan digunakan dalam menjalani hidup.

Hidup orang yang bertaqwa akan selalu selektif, teliti, dan berfikir “hukum agama” sebelum melakukan sesuatu. Hal demikian dirasa sangat private, karena ukuran ketaqwaan bukan matematis, melainkan perasaan pribadi, karena itu Islam juga memeintahkan kita untuk selalu muhasabah, mawas dan mengoreksi diri sendiri.

Adapun yukaffir dan yaghfir merupakan janji Allah setelah kita melewati furqan, Allah akan menutup aib kita, mengampuni dosa-dosa kecil kita yang bisa saja kita sebagai manusia lalai atau melanggar dalam batas kewajaran.

  1. Ia akan memperoleh jalan keluar dari segala macam problema yang dihadapinya, diberi rizki tanpa diduga dan dimudahkan semua urusannya. Allah berfirman:

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. (QS. At-Thalaq: 2-3)

Buah kedua dari taqwa adalah jalan keluar dari kesulitan (makhraja’) dan rizqi (yarzuq). Ini adalah buah yang sifatnya duniawi, hanya saja bisa dilakukan setelah kita melewati keyakinan di atas terlebih dahulu. Yang paling nyata dari buah ini adalah keyakinan kuat bahwa hiduo kita dalam bimbingan dan payung anugerahNya.

Ada sentilah yang menarik untuk ayat ini, “khawatir besok tidak bisa makan saja itu sudah menghinan Tuhan”. Sentilan ini dikeluarkan oleh Sujiwo Tedjo, budayawan. Namun sentilan ini sebenarnya sindiran kuat, kalau sudah yakin menjadi muslim-muttaqin maka seharunya urusan duniawi kita sudah tidak khawatir.

  1. Allah akan memasukkan ke dalam Surga, kekal di dalamnya serta hidup dalam keridloanNya.

لِلَّذِينَ اتَّقَوْا عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا

Untuk orang-orang yang bertaqwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada Surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. (QS. Ali Imran: 15).

Baca materi kultum lainnya:

  1. Perilaku Islami yang Seharusnya Dimiliki Seorang Muslim
  2. Anjuran Islam untuk Saling Menasihati
  3. Download Materi Kultum Singkat Terbaru Tahun ini

Buah ketiga ini adalah balasan dihari akhir, berupa tempat teduh yang disediakan oleh Allah bagi hamba-hamba yang bertaqwa. Sehingga, orang yang bertaqwa mendapatkan pahala di hari Akhir, mendapatkan kemudahan di kehidupan dunia, serta mendapatkan ketenangan hidup didunia dbawah naungan rahmanNya.

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here