Manfaatkan Waktumu Sebelum Kematian Menjempurmu

Manfaatkan Waktumu Sebelum Kematian Menjempurmu

Tongkrongan Islami –  Dalam kehidupan ini masih banyak sebagian dari kita yang masih menyia-nyiakan waktu yang kita punya selama hidup di dunia. Kita buang waktu kita percuma hanya untuk melakukan hal-hal yang tak bermanfaat.

Mungkin saja sebagian dari kita ada yang pernah berpikir, nanti sajalah, kalau sudah menjelang hari tua baru kita mulai memperbaiki ibadah pada Allah.

Biasanya orang yang menunda amal kebaikan karena dirinya lebih mengutamakan dunia dan tidak berpikir mementingkan akhirat. Contohnya saja, karena kesibukan dan segala aktifitas urusan dunia, seseorang menjadi sering menunda kewajiban amal ibadah ataupun amal kebaikan.

Padahal hal yang seperti ini sangat salah, karena kita sendiri tidak pernah tahu. Entah sampai kapan kita akan hidup dan ada di dunia ini.

Kita tak bisa memastikan bahwa kita dapat hidup sampai umur kita tua nanti. Bisa saja kematian telah mendatangi kita disaat kita masih berusia muda belia. Lalu mengapa kita masih harus menunda-nunda amal ibadah serta kebaikan?

Manfaatkan Waktu Sebaik-Baiknya

Di dalam Al-Qur’an Surat Al-Ashr ayat 1-3, Allah SWT telah berfirman yang artinya adalah sebagai berikut::

Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar ada dalam kerugian,
Melainkan orang-orang yang beriman juga mengerjakan amal shalih dan nasihat menasihati agar mentaati kebenaran dan nasehat menasehati agar menetapi kesabaran.

Dalam ayat di atas telah menjelaskan bahwa manusia itu memang benar-benar ada dalam kerugian jika ia tidak memanfaatkan waktu yang telah diberikan Allah SWT secara optimal untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang baik.

Rasulullah SAW telah bersabda, Ada dua nikmat, di mana banyak manusia yang tertipu di dalamnya, yakni kesehatan serta kesempatan. (HR Bukhori). Dalam hadits ini telah menjelaskan pentingnya memanfaatkan waktu atau kesempatan, karena tanpa disadari telah banyak orang yang terlena dengan waktunya.

Imam Al-Ghazali didalam bukunya Khuluqul Muslim telah menerangkan bahwa waktu adalah kehidupan. Karena itu, Islam menjadikan kepandaian dalam memanfaatkan waktu ini termasuk di antara indikasi keimanan serta tanda-tanda ketakwaan. Orang yang tahu dan menyadari pentingnya waktu itu berarti telah memahami pula nilai hidup serta kebahagiaan.

Dengan membiarkan waktu terbuang sia-sia dan beranggapan esok masih ada waktu adalah salah satu tanda bahwa ia tak memahami pentingnya waktu. Sedangkan waktu atau kesempatan tidak pernah datang untuk kedua kalinya atau tak pernah terulang. Pepatah Arab disebutkan ”Tak akan kembali hari-hari yang sudah lampau.”

Sebagai Seorang Muslim Pantang Untuk Sia-siakan Waktu

Prinsipnya cukup sederhana, mari kita manfaatkan waktu kita untuk apa saja yang penting. Dan jangan sampai kita sia-sia apalagi mengundang murka Allah.

Di dalam Al-Qur’an sendiri, Allah telah memberikan panduan supaya waktu kita digunakan dalam rangka menguatkan iman, lebih memperbanyak amal sholeh, serta saling memotivasi di dalam kebenaran juga kesabaran. Bila itu tidak kita lakukan, niscaya kerugian akan menimpa.

Bahkan pada tradisi masyarakat Barat waktu adalah uang. Sedangkan bagi bangsa Arab, waktu adalah pedang. Nah, Semua itu telah menunjukkan secara pasti bahwa waktu begitu berharga. Siapa yang kehilangan waktu maka sesungguhnya ia tak kan pernah mampu untuk mendapatkannya kembali.

Semoga kita bisa menjadi orang yang tak menyia-nyiakan waktu sesudah mengetahui hal ini.

Ibnul Qayyim berkata pada kitabnya Al-Fawaid,

إضاعة الوقت أشد من الموت ، لأن إضاعة الوقت تقطعك عن الله والدار الآخرة ،والموت يقطعك عن الدنيا وأهلها

Buang-buang waktu itu lebih parah dari kematian. Karena dengan buang-buang waktu memutuskanmu dari Allah juga negeri akhirat. Sedangkan kematian hanyalah akan memutuskanmu dari dunia juga penduduk dunia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.