Kultum dengan Judul Menempatkan Identitas Muslim pada Tempatnya

Tongkrongan Islami –  Menjadi muslim sejati tenttu menjadi dambaan semua umat Islam. Bahkan semua kita berlomba lomba untuk mendapatkan predikat itu. Namun, sebagai agama yang bersumber dari Allah, Islam menyediakan dua ruang yang harus dijembatani, antara perintah dan larang.

Semua ini menjadi pilihan dan kedewasaan beragama seorang Muslim, ia memiliki perasaan, nurani yang bisa digunakan untuk menjadi muslim yang bertaqwa, atau sebaliknya jika tergoda menjadi muslim yang tercela.

Terkait hal ini, al-Qur’an sudah menggariskannya dalam Q.S al-Fatir ayat 32,. Allah swt berfirman:

ثُمَّ أَوْرَثْنَا الْكِتَابَ الَّذِينَ اصْطَفَيْنَا مِنْ عِبَادِنَا فَمِنْهُمْ ظَالِمٌ لِنَفْسِهِ وَمِنْهُمْ مُقْتَصِدٌ وَمِنْهُمْ سَابِقٌ بِالْخَيْرَاتِ بِإِذْنِ اللَّهِ ذَلِكَ هُوَ الْفَضْلُ الْكَبِيرُ

Kemudian kami wariskan kitab itu kepada orang-orang yang kami pilih diantara hamba kami, lalu diantara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri, dan diantara mereka ada yang pertengahan, dan diantara mereka ada pula yang lebih dahulu berbuat baik dengan izin Allah, yang demikian itu adalah karunia yang amat besar (QS. Al-Fatir : 26).

Dari ayat ini, Ibnu Katsir dalam Tafsir al-Qur’an al-‘Adzimnya menafsirkan, ada tiga golongan muslim dari ayat ini.

a. Golongan pertama: orang muslim yang menganiaya dirinya, yakni: المفرط في فعل بعض الواجبات، المرتكب لبعض المحرمات, mereka yang berlebihan melaksanakan sebagian kewajiban, dan mengerjakan perbuatan yang diharamkan

Advertisement
Loading...

b. Golongan Kedua, orang muslim pertengahan; المؤدي للواجبات، التارك للمحرمات، وقد يترك بعض المستحبات، ويفعل بعض المكروهات adalah mereka yang mengerjakan kewajiban, meninggalkan yang diharamkan, tapi terkadang mereka melalaikan hal-hal yang disunnahkan, dan malah sebaliknya mengerjakan yang dibenci oleh Allah.

c. Golongan yang ketiga, diantara mereka ada yang lebih dahulu mengerjakan kebaikan dengan izin Allah; الفاعل للواجبات والمستحبات، التارك للمحرمات والمكروهات وبعض المباحات. adalah mereka yang taat melaksanakan yang wajib dan yang dianjurkan, meninggalkan semua yang dilarang, yang tidak disukai, bahkan tidak melakukan sebagian hal yang dihukum mubah.

Dari tafsir Ibnu Katsir diatas, maka perlu kiranya kita merenungkan, jika tidak berada di golongan ketiga, sebisa mungkin kita bertahan pada golongan kedua. Atau, kita segera bangkit menuju golongan kedua, ketika kita sadar dan merasa bahwa kita berada di golongan pertama.

Tentu kita semua ingin berada digolongan ketiga, dan tentu siapapun tidak berhak menetapkan kita pada posisi mana kita berada. Hanya Allah yang maha tahu kita berada diposisi mana. Serta hanya akal, hati, pola fikir, penghayatan kita dalam shalat, dzikir dan beribadah secara sosial yang dapat menilai diri kita berada digolongan mana diantara semua tingkatan itu.

Rukun Islam dan rukun iman tidaklah cukup dita lafalkan semata, ada kekuatan amal sholeh yang perlu dibarengi dalam semua item itu. Hendaklah hidup ini kita barengi dengan kekuatan taqwa sebagai karakter sosial. Jika kita menjadi pekerta, maka jadilah pekerja yang bertaqwa, dengan menyeimbangkan antara perintah dalam bekerja dengan perintah Allah. Begitu pula dalam menjalankan sisi kehidupan dunia lainnya.

Semoga kita selalu berusaha untuk tidak menghabiskan rutinitas pada predikat muslim semata, dan selalu terus menerus berusaha menjadi Muslim yang Muttaqin, Muslim yang bertaqwa. Yakni, muslim yang menjadikan taqwa sebagai karakter dalam menjalankan kehidupan dunia, Muslim yang selalu menyeimbangkan rasa tanggung jawab kepada Allah, tanggung jawab kepada hati nurani sendiri, serta tanggung jawab kepada manusia.

Baca daftar kultum dan ceramah lainnya:

  1. Kultum Singkat tentang Konsep Manusia dalam Islam
  2. Kultum Pendidik dan Pembentukan Kesalehan Peserta Didik dalam Islam
  3. Materi Kajian Ceramah Ilmiah agama tentang Etos Kerja
  4. Materi Ceramah Agama: Malu Bukan Takut dalam Islam
  5. Kultum semangat Cinta Beragama Sebagai Piranti Iman, Menerangi Hati dan Kehidupan
SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here