Menggosokkan Tangan Ke tanah Sesaat Sebelum Mandi Wajib

Menggosokkan Tangan Ke tanah Sesaat Sebelum Mandi Wajib

Tongkrongan Islami – Ada beberapa hadis yang menjelaskan bahwa Nabi menggosokkan tangan ke tanah sesaat sebelum mandi wajib dan ada juga hadis yang menerangkan bahwa Nabi satu saat tidak melakukanya, seperti beberapa hadis di bawah ini:

عن عائشة رضي الله عنها قالت: كان رسول الله.ص. إذا اغتسل من الجنابة يبدأ فيغسل يديه, ثم يفرغ بيمينه علي شما له فيغسل فرجه. . .( متفق عليه ) و اللفظ لمسلم.

Artinya: ”Dari Aisyah r.a Ia berkata; Adalah Rasulullah saw. apabila mandi karena junub, maka ia mulai dengan membasuh kedua tanganya, kemudian menuangkan dengan tangan kananya pada tangan kirinya, kemudian beliau wudhu…(HR. Bukhari dan Muslim).

عن ميمنة انّ النبي صلعم اغتسل من الجنابة فغسل فرجه بيده ثمّ دلك بها الحائط ثمّ غسلها ثمّ توضّأ وضوئه للصلاة فلمّا فؤغ من غسله غسل رجليه رواه البخاري

“Dari Maimunah, bahwa Nabi saw. mandi janabah, kemudian ia mencuci kemaluanya dengan tanganya, kemudian ia menggosokkan tanganya ke dindng, setelah itu ia mencucinya, kemudian ia wudhu sebagaimana wudhunya untuk shalat, lalu setelah selesai dari mandinya ia mencuci kedua kakinya.” (HR. Bukhari).

Dari dua hadis di atas dapat disimpulkan bahwa satu saat Nabi menggosokkan tanganya ke tanah, dan pada saat yang lain beliau tidak melakukanya, sehingga dari sini menunjukkan bahwa Nabi kadang melakukanya dan kadang juga tidak.

Dan dalam riwayat yang lain dinyatakan:

الحديث عائشة أن النبي.ص. كان إذا اغتسل من الجنابة يبدأ فيغسل يديه ثم يفرغ بيمينه علي شماله فيغسل فرجه ثمّ يتوضّأ وضوئه للصلاة ثمّ يأخذ الماء ويدخل اصابعه في اصول الشعر حتي إذا رأي ان قد استبرأ حفن علي رأسه قلاث حشيات ثمّ افاض علي سائر جسده ثمّ غسل رجليه..متّفق عليه

Karena hadis Aisyah r.a. bahwa Nabi saw. itu kalau mandi karena junub, ia mulai membasuh kedua tanganya, kemudian menuangkan dengan kananya pada kirinya, lalu mencuci kemaluanya, lalu berwudhu sebagai wudhunya untuk shalat, kemudian mengambil air dan memasukkan jari-jarinya di pangkal rambutnya, sehingga apabila ia merasa bahwa sudah merata, ia siramkan air untuk kepalanya tiga tuangan, lalu meratakan seluruh badannya, kemudian membasuh kedua kakinya. (HR. Bukhari Muslim ).

Adapun ungkapan hadis di atas: ”Kemudian ia tungkan air dengan tangan kananya di atas kirinya, lalu ia mencuci kemaluanya, kemudian menggosok tanganya dengan tanah” itu menunjukkan disunahkan menggosok tangan sesudah beristinja. (Baca: Nailul Autor I : 214)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.