Mengusap Khuf dan Kaos Kaki saat Berwudhu

202
Mengusap Khuf dan Kaos Kaki saat Berwudhu

Tongkrongan Islami – Mengusap kedua khuf atau yang sesamanya adalah sebagai pengganti membasuh (mencuci) kedua kaki dalam berwudhu. Kelebihan mengusap berlaku tiga hari bagi musafir (dalam perjalanan) dan sehari semalam (24 jam) bagi orang yang muqim (tidak bepergian) selama tidak membuka keduanya, sedang waktu memakainya di waktu suci (belum batal wudhunya). Hal ini berdasarkan berdasarkan beberapa dalil di bawah ini :

عَنْ عَلِيٍّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : لَوْ كَانَ الدِّيْنُ بِالرَّأْيِ لَكَانَ أَسْفَلُ الْخُفِّ أَوْلَى بِالْمَسْحِ مِنْ أَعْلَاهُ، لَِقَدْ رَأَيْتُ رَسُوْلَ اللهِ (ص) يَمْسَحُ عَلىَ ظَاهِرِ خُفََّيْهِ. وَقَالَ عَلِيٌّ أَيْضًا جَعَلَ رَسُوْلُ اللهِ (ص) ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ وَلَيَالِيْهِنَّ لِلْمُسَافِرِ ، وَيَوْمًا وَلَيْلَةً لِلْمُقِيْمِ [ أخرجه أبو داود والدارقطني بإسناد حسن ، وقال ابن حجر : إنه حديث صحيح . والثاني : أخرجه مسلم وأبو داود والترمذي وابن ماجه ] (سبل السلام : 1 / 58 – 60 ، نيل الأوطار : 1 / 184)

Dari Ali ra berkata : ”Seandainya agama dengan akal sungguh adalah bawah khuf itu lebih utama untuk diusap dari pada atasnya. sungguh aku melihat Rasulluh Saw. mengusap atas dua khufnya”. Ali juga berkata : “ Rasulullah Saw. menjadikan tiga hari tiga malam mengusap khuf bagi musafir dan sehari semalam bagi muqim (orang yang tidak dalam perjalanan)”. (HR. Abu Daud dan Daruqudni dengan sanad yang baik. Ibnu Hajar berkata, “ sesungguhnya dia itu hadis Shahih”.

Hadis yang kedua diriwayatkan oleh Imam Muslim, Abu Daud, Turmudzi dan Ibnu Majjah. Subulussalam jld.1/58-60, Nailul Authar. Jld.1/184 ). ( lht. Fiqhul Islam wa adillatuhu, jld. 1/473)

حَدِيْثُ المُغِيْرَةِ بن عَسَّال، قال: كُنْتُ مَعَ النَّبِيِ (ص) فَتَوَضَّأَ، فَأَهْوَيْتُ لِأَنْزَعَ خُفَّيْهِ فَقَالَ: دَعْهُمَا، فَإِنِّي أَدْخَلْتُهُمَا طَاهِرِيْنَ، فَمَسَحَ عَلَيْهِمَا [ متفق عليه ، سبل السلام : 1 / 57 ، نيل الأوطار : 1 / 180 ]

حَدِيْثُ صَفْوَانَ بْنُ عَسَّالٍ ، قَالَ : أَمَرَنَا ، يَعْنِى النَِّبيُّ )ص( أَنْ نَمْسَحَ عَلَى خُفَّافَناَ، إِذاَ نَحْنُ أَدْخَلْنَاهُمَا عَلَى طُهْرٍ ، ثَلَاثًا إِذَا سَافَرْنَا ، وَيَوْمًا وَلَيْلَةً إِذَا أَقَمْنَا، وَلَا نَخْلَعُهُمَا مِنْ غاَئِطٍ وَلَابَوْلٍ، وَلَا نَخْلَعُهُمَا إِلَّا مِنْ جَناَبَةٍ

رواه أحمد وابن خزيمة، والنسائي والترمذي، وصححه الترمذي وابن خزيمة، ورواه الشافعي وابن ماجه وابن حبان [والدراقطني والبهقي ، وقال البخاري : إنه حديث حسن (نيل الأوطار 1 / 181 ، سبل السلام : 1 /59 سسسس]

Boleh mengusap kaos kaki pada saat berwudhu apabila dipakai dalam keadaan suci. Jadi apabila wudhu seseorang batal lalu dia hendak berwudhu lagi sementara dia memakai kaos kaki, maka ia diperbolehkan mengusap kedua kaos kakinya untuk menggantikan membasuh kedua kaki. Kebolehan ini berlaku selama dua puluh empat jam apabila dia mukim, dan bagi musafir berlaku selama tiga hari.

Berdasarkan hadis Shofwan

لِحَدِيْثِ صَفْوَانَ بْنِ عَسَّالٍ قَالَ : فَأَمَرَنَا أَنْ نَمْسَحَ عَلَى الْخُفَّيْنِ إِذَا نَحْنُ أَدْخَلْنَاهُمَا عَلَى طُهْرٍ ثَلَاثًا إِذَا سَافَرْنَا وَيَوْمًا وَلَيْلَةً إِذَا أَقَمْنَا وَلَا نَخْلَعَهُمَا إِلَّا مِنْ جَنَابَة [ رواه أحمد ]

Menurut hadis Shafwan bin Assal berkata : ”Rasulullah saw memerintahkan kami supaya mengusap bagian atas kedua khuf kalau kami memakainya di waktu suci, tiga hari jika kami bepergian dan satu hari satu malam jika tidak bepergian. Dan kami tidak perlu membuka keduanya karena buang air besar atau kecil dan karena tidur. Dan supaya kami tidak membukanya kecuali karena janabah”. ( HR. Ahmad )

Baca Juga:

  1. Bolehkah Mengeringkan Anggota Wudhu setelah Dialiri Air?
  2. Apa Sajakah Perkara-Perkara yang Membatalkan Wudhu?

Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan orang dalam berwudhu khususnya pada hari-hari yang sangat dingin, ketika orang merasa takut melepasakan kaos kaki dan membasuh kedua kakinya dengan air dingin. Sedangkan Islam, sebagaimana kita ketahui, adalah Din yang mudah dan tidak mempersulit.

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here