Niat Siyam Puasa Ramadhan [Penjelasan Hadis Niat Berpuasa]

Niat Siyam Puasa Ramadhan

Niat Siyam Puasa Ramadhan – Sebelum memulai puasa harus menetapkan niat terlebih dahulu di dalam hati bahwa besok akan melaksanakan ibadah puasa. Untuk puasa Ramadhan, harus diniatkan sebelum terbitnya fajar, sebagaimana sabda Rasulullah saw:

مَنْ لَمْ يُبَيِّتِ النِّيَّةَ قَبْلَ الْفَجْرِ فَلاَ صِيَامَ لَهُ

Barangsiapa tidak menetapkan niat puasa sebelum terbit fajar, maka tidak sah puasanya.” [HR. Ahmad dan Abu Dawud]

Adapun untuk puasa sunnah tidak mesti sebelum terbit fajar, tapi boleh juga secara tiba-tiba meskipun sudah terbit fajar, sebagaimana riwayat dari ‘Aisyah, ia berkata :

“Pada suatu hari Nabi SAW masuk ke rumah saya, lalu ia bertanya: “Adakah apa-apa (makanan) pada kamu ?” Kami jawab : “Tidak ada.” Maka beliau bersabda : “Maka kalau begitu aku berpuasa. Kemudian ia datang pada kami pada hari yang lain, maka kami berkata : “Ada yang menghadiahkan hais (sejenis makanan) kepada kami.” Sabdanya : “Tunjukkan ia kepadaku, sesungguhnya (tadi) pagi aku dalam keadaan puasa”. Lalu beliau makan”. [HR. Muslim]

Terkait dengan melafalkan niat, kami kutipkan pendapat Imam An-Nawawi dalam buku Raudhah at-Thalibin halaman 184 dan 268 yang menyebutkan:

النية في جميع العبادات معتبرة بالقلب ولا يكفي فيها نطق اللسان مع غفلة القلب ولا يشترط

Niat dalam semua ibadah yang dinilai adalah hati, dan tidak cukup dengan ucapan lisan sementara hatinya tidak sadar. Dan tidak disyaratkan dilafalkan,…

لا يصح الصوم إلا بالنية ومحلها القلب ولا يشترط النطق بلا خلاف

Tidak sah puasa kecuali dengan niat, dan tempatnya adalah hati. Dan tidak disyaratkan harus diucapkan, tanpa ada perselisihan ulama…

Niat adalah amalalan hati, maka inti dari niat adalah keinginan melakukan sesuatu. Ketika kita hendaka untuk mengerjakan sesuatu maka di dalamnya sudah tercakup niat. Baik aktivitas di dalam ibadah maupun di luarnya.

Contoh sederhana, saat kita ingin membeli sesuatu di pasar, kemudian kita berjalan/berkendara menuju ke pasar maka kita sudah berniat untuk ke pasar. Demikian pula denga puasa, saat kita tidur di malam hari lalu berkeinginan untuk bangun sahur. Saat kita bangun, lalu makan sebelum fajar maka di dalamnya sudah terkandung niat puasa.

Dari contoh sederhana ini dapat dipahami bahwa modal utama dalam niat puasa ramadhan yaitu kesadaran kita yang akan menjalankan ibadah puasa, dibuktikan dengan bangun sahur sesaat sebelum adzan subuh.

Baca Juga:

  1. Mengapa Sih Puasa Diwajibkan Sejak Zaman Dahulu Sebelum Nabi Muhammad SAW?
  2. Keutamaan Siyam Puasa Bulan Ramadhan yang Wajib Kita Ketahui
  3. Tujuan Menjalankan Ibadah Puasa di Bulan Ramadhan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.