Panduan Tata Cara Sholat Tahajud sesuai Tuntunan Nabi Muhammad SAW

Panduan Tata Cara Sholat Tahajud sesuai Tuntunan Nabi Muhammad SAW

Tongkrongan Islami – Sholat tahajud adalah ibadah sholat sunnah yang dikerjakan di malam hari setelah terbangun dari tidur. Sholat ini termasuk ke dalam ibadah yang bersifat sunnah muakkad (ibadah yang sangat dianjurkan dikerjakan).

Sayyid sabiq dalam kitab Fiqh Sunnah pernah menyebutkan bahwa Firman Allah SWT: Dan pada sebagian malam hari, sembah yang tahajudlah kamu sebagaimana ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ketempat yang terpuji (Al-Isra’ 17:79) adalah anjuran pengerjaan sholat tahajud yang dikhususkan ke pada  Nabi SAW.

Meskipun demikian, hal itu juga ditujukan kepada seluruh umat muslim di dunia mengingat Nabi Muhammad SAW adalah panutan yang sempurna bagi segala perkara di dunia. Baik yang bersifat amaliah duniawi maupun ukhrawi.

Jadi, sholat menzhahirkan hajat dan keperluan kita kepada Allah yang kita sembah, dengan perkataan dan pekerjaan, atau dengan kedua-duanya. Dengan demikian, sholat tidak hanya menyembah Tuhan. Tetapi juga berhubungan dengan Dia, mengingat-Nya, berserah diri, mengadu, bermohon kepada-Nya, mensucikan hati dan memperkokoh serta meningkatkan ruhani.

Kata tahajud memiliki dua arti yang bertolak belakang yaitu: “tidur dan tidak tidur di waktu malam”.  Jika terdapat kalimat hajada ar-rajul maka artinya adalah seorang yang tidur di waktu malam. Namun jika kalimatnya berbunyi hajjada ar-rajul maka artinya orang itu sholat di waktu malam, sedangkan istilah orang bertahajud hanya bermakna orang yang bangun tidur untuk mengerjakan sholat dan orang yang mengerjakan sholat tahajud di namakan mutahajjid.

Kata tahajud merupakan gabungan dari ta dan al-hujud. Ta merupakan akronim dari tayaqquzh yang berarti “terjaga dari tidur”, sementara al-hujud berarti “tidur”. Jadi tahajud adalah sholat sunnah yang dilakukan setelah tidur, meskipun hanya sebentar. Sholat tahajud sangat dianjurkan bagi umat Islam khususnya kaum muslimin.

Umumnya ulama mengartikan sholat tahajud sebagai sholat yang dilaksanakan sesudah bangun tidur di waktu malam. Sholat ini dinamakan sholat al-lail, sehingga ada ulama ada yang mensyaratkan pelaksanaannya di waktu malam lebih baik setelah tidur malam.

Sholat adalah pekerjaan hamba yang beriman dalam menghadapkan wajahnya dan sukmanya kepada zat yang Maha suci. Maka manakala sholat itu dilakukan secara tekun dan kontinue, menjadi alat pendidikan rohani manusia yang efektif, memperbaharui dan memelihara jiwa serta memupuk pertumbuhan kesadaran.

Sholat adalah do’a seorang hamba kepada khaliq-Nya, yakni Allah SWT, sholat juga pertemuan antara hamba denagan Tuhan. Tempat pertemuan itu ada di dalam hati. Sholat secara ruhaniah tidak terikat oleh ruang dan waktu, sholat ini dilakukan secara terus-menerus sejak di dunia hingga akhirat. Tata cara sholat diibaratkan sebagai suatu perjalanan rohani, karena semua gerak-gerik kita di dalam sholat dikontrol oleh niat kita yang dilafalkan untuk memulai sholat.

Apabila seorang muslim mendirikan sholat berarti, telah menempuh setengah perjalanan menuju Allah SWT. Hendaknya manusia itu memohon bantuan kepada Allah SWT agar Dia mengaruniakan kesabaran dan kekuatan, karena beribadah kepada Allah SWT merupakan ujian yang berat meskipun sepintas tampak mudah. Mendirikan sholat adalah suatu amalan yang harus dilakukan oleh setiap umat Islam. Orang yang menghadapkan wajahnya dengan Allah di dalam sholat, harus berkonsentrasi penuh kepada-Nya.

Dan sholat ini pulalah yang merupakan inti dari peristiwa Isra’ Mi’raj, karena sholat pada hakikatnya merupakan kebutuhan mutlak untuk mewujudkan manusia seutuhnya, kebutuhan akal pikiran dan jiwa manusia. Sholat juga menggambarkan tata intelegensia semesta yang total, yang sepenuhnya diawasi dan dikendalikan oleh suatu kekuatan yang maha dahsyat dan maha mengetahui, Tuhan Yang Maha Esa.

Sholat juga merupakan kebutuhan jiwa karena tidak seorang pun dalam perjalanan hidupnya yang tidak pernah mengharap atau cemas. Sholat dibutuhkan oleh masyarakat manusia, karena sholat dalam pengertian yang luas, merupakan dasar-dasar pembangunan.

Perintah Sholat Tahajud dalam Al-Qur’an dan Hadis

Adapun anjuran untuk melaksanakan sholat tahajud terdapat dalam Al-Qur’an dan Hadits Rasulullah SAW. Sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Al-Is’ra ayat: 79 yang artinya: “Dan dari itu hendaklah engkau gunakan sebagian waktu malam itu untuk melaksanakan sholat tahajud, sebagai sholat sunnah untuk dirimu, mudah-mudahan tuhan akan membangkitkan engkau pada kedudukan yang terpuji”.

Juga dalam QS. Al-Muzammil ayat 2,3, dan 4.  “Bangunlah (untuk sholat) di malam hari, kecuali sedikit dari padanya”. “Yaitu seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit”. “Atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al-Qur’an itu dengan perlahan-lahan”.

Adapun hadits-hadits yang dijadikan dasar sholat tahajud ialah sabda nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh At-Turmudzi dalam kitab Jamius Shahih Jilid III, Sebagai berikut: “Kerjakanlah sholat malam (sholat tahajud), sebab itu kebiasaan orang-orang shaleh sebelum kami dahulu, juga suatu jalan untuk mendekatkan diri pada Tuhanmu dan sebagai penebus kejahatan-kejahatan dan sebagai pencegah penyakit dari badan”.

Dari keterangan di atas dapat dijelaskan, bahwa selain menjalankan sholat wajib kita juga diperintah untuk mengerjakan sholat sunnah. Dalam hal ini yang dimaksud adalah sholat sunnah yang dikerjakan pada malam hari yaitu sholat sunnah tahajud, karena dalam sholat tahajud terdapat fadhilah atau keutamaan-keutamaan yang sangat luar biasa bagi orang yang melaksanakannya.

Sholat tahajud sangat dianjurkan oleh Allah SWT maupun nabi Muhammad SAW, sebab pada malam hari jika ada orang mengerjakan sholat tahajud dan memohon kepada Allah SWT maka akan dikabulkan do’anya serta mendapatkan tempat yang terpuji.

Keistimewaan Sholat Sunnah Tahajud

Pada dasarnya orang yang mengerjakan sholat tahajud akan memperoleh bermacam-macam nikmat yang akan menyejukan pandangan mata, tutur kata yang berbobot, mantap dan berkualitas serta diberikan tempat yang terpuji, maqoman mahmudah, baik di dunia maupun di akhirat, akan dihapuskan segala dosa dan segala kejelekannya serta terhindar dari penyakit.

Hikmah yang dapat diperoleh dari mengamalkan sholat tahajud adalah tidak munculnya perasaan pesimis, rendah diri, minder, tutur kata yang kurang berbobot, dan berganti dengan sifat selalu optimis, percaya diri dan pemberani tanpa disertai sifat takabur.

Sholat tahajud merupakan sebab utama bagi seseorang untuk bisa masuk surga, sholat merupakan cara untuk menaikkan derajat dalam kamar-kamar surga, orang-orang yang membiasakan sholat tahajud adalah orang-orang yang berbuat kebajikan dan berbuat ihsan (maksudnya beribadah secara sempurna) dalam ibadah sehingga layak untuk mendapat rahmat dan surga Allah SWT, Allah sendiri akan memuji orang yang suka sholat tahajud, dan menggolongkannya sebagai hamba-hambanya yang baik, hamba-hamba Allah Yang Maha Penyayang, sholat tahajud merupakan sholat yang paling utama setelah sholat fadhu.

Sholat malam (sholat tahajud) memiliki keutamaan yang besar, hal ini ditunjukkan oleh hal-hal sebagai berikut: Nabi Muhammad SAW sangat memperhatikan sholat malam hingga diriwayatkan bahwa beliau pecah-pecah kedua telapak kakinya. Ini disebabkan kesungguhan beliau yang luar biasa untuk melaksanakan sholat malam atau tahajud. Firmannya Allah SWT: Qs Adz-Dzariayat ayat: 17-18: “Di waktu malam, sedikit sekali mereka tidur. Dan pada waktu sahur mereka beristigfar (meminta ampun)”.

1. Mendapatkan tempat Terpuji di Sisi Allah SWT

Allah SWT memuji orang yang suka sholat malam dan menggolongkannya sebagai hamba-hambanya yang baik, hamba-hamba yang memiliki keimanan yang teguh sehingga mereka bisa menjalankan sholat tahajud sebab memang untuk bangun tidur itu sangatlah sulit bagi mereka yang belum terbiasa bangun pada malam hari.

Firman Allah SWT, Qs: Al-Furqan: 64. “Dan orang-orang yang menghabiskan waktu malam dengan sujud dan berdiri menyembah Tuhan mereka”. (Qs: Al-Furqan: 64.).

Dari ayat di atas dapat dijelaskan, bahwa orang-orang yang suka sholat malam adalah orang-orang yang memiliki iman yang sempurna. Sebab sholat malam merupakan penutup kesalahan dan penghapus dosa serta merupakan sholat sunnah yang paling utama setelah sholat fardhu (sholat wajib).

Membaca Al-Qur’an dalam sholat malam merupakan keberuntungan besar.19  Bagi siapa saja yang mengerjakan sholat tahajud dengan sebaik-baiknya dan dengan sopan, tata tertib yang baik serta rapi, maka Allah SWT memberikan kemuliaan di dunia dan kemuliaan di akhirat yaitu, akan dipelihara oleh Allah SWT dari segala macam bentuk bencana.

Kemudian tanda ketaatannya akan tampak kelihatan di mukanya dan akan dicintai para hamba Allah SWT yang shalih dan dicintai oleh semua manusia serta lidahnya akan mampu mengucapkan kata-kata yang mengandung hikmah atau akan dijadikan orang bijaksana, yakni diberi pemahaman dalam agama.

Wajahnya akan berseri-seri ketika ada di hari pembalasan, akan diberi keringanan ketika dihisab, dimudahkan dalam menyeberangi jembatan sirathal mustaqim, bisa melakukannya dengan sangat cepat, seperti halilintar yang menyambar. Selain itu catatan amalnya diberikan di tangan kanan.

Sholat tahajud hendaknya selalu dikerjakan, karena tahajud adalah jalannya orang-orang shalih, dan ia adalah yang menyebabkan dekat kepada Allah  SWT, Tidak diragukan lagi, kehormatan seorang mu’min adalah dalam tahajudnya, dan kemuliaan seorang mu’min adalah dalam kesabarannya.

Dalam hal ini Imam Musbikin menyatakan, bahwa sholat tahajud ternyata tidak hanya membuat seseorang yang melakukannya mendapatkan tempat (maqaman mahmudah) terpuji di sisi Allah SWT, tapi juga sangat penting bagi kesehatan dan dunia kedokteran, hikmah disyariatkannya untuk mendirikan sholat tahajud adalah bebas membebaskan seseorang dari serangan infeksi dan penyakit kanker. Dan apabila dilakukannya secara rutin, benar, khusyu’, dan ikhlas, niscaya akan terbebas dari infeksi dan kanker yang ganas.

2. Dapat Menumbuhkan respon dan imunologi postif

Sholat tahajud dinilai bukan hanya saja merupakan ibadah sholat tambahan atau sholat sunnah (sholat malam), tapi lebih dari itu, jika sholat tahajud dilakukuan secara kontinue, tepat gerakannya, khusyu’ dan ikhlas, secara medis sholat tersebut mampu menumbuhkan respon dan imunologi (ketahanan tubuh), khususnya pada imunogglobulin M, G, A dan hifositnya yang berupa persepsi dan motivasi positif serta dapat mengefektifkan kemampuan individu untuk menaggulangi masalah yang dihadapinya.

Memang yang dimaksud sholat tahajud pada tataran ini, bukanlah sekedar menggugurkan status yang muakkad (sunnah mendekati wajib), melainkan menitik beratkan pada sisi rutinitas sholat, dan ketepatan gerakan keseluruhan dan keikhlasan bathin. Tahajud yang dilakukan secara rutin dan disertai perasaan ikhlas lagi khusyu’ dan tidak terpaksa, seseorang akan memiliki respon umum yang baik, yang kemungkinan besar akan terhindar dari penyakit infeksi dan kanker tersebut.

Berdasarkan hitungan teknis medis menunjukkan bahwa sholat tahajud yang dilakukan membuat seseorang mempunyai ketahanan tubuh yang baik.

Jadi sholat tahhajud selain bernilai ibadah, juga sekaligus syarat dengan muatan psikologis yang dapat mempengaruhi kontrol kognisi (pemikiran). Dengan cara memperbaiki persepsi dan motivasi positif dan coping yang efektif, emosi yang positif dapat menghindarkan seseorang dari stres. orang yang stres biasanya rentan sekali terhadap penyakit kanker dan infeksi yang ada.

Panduan Tata Cara Sholat Tahajud Berdasarkan Tuntunan Nabi SAW

Sholat tahajjud pada dasarnya sama dengan sholat fardhu maupun sholat sunnah lainnya,  yaitu diawali dengan takbiratul ikhram dan ditutup dengan salam (baca: tuntunan sholat lengkap). Perbedaan mencolok yaitu di kisaran waktu pengerjaan yang sudah kami terangkan di atas, lalu jumlah bilangan rakaat yang dikerjakan. Berikut beberapa hal penting dalam yang harus diperhatikan saat mengerjakan sholat tahajud:

Perkiraan Waktu Utama Sholat Tahajud

Waktu yang paling utama untuk melaksanakan sholat tahajud adalah tengah malam terakhir, yaitu “tsulutsul lailil akhir” sepertiga malam yang terakhir.  Sepanjang malam ada saat-saat utama, lebih utama dan paling utama, maka waktu malam yang panjang itu dapat dibagi menjadi tiga bagian yaitu:

  1. Sepertiga awal, yaitu kira-kira dari jam 19 sampai dengan jam 22, ini saat utama.
  2. Sepertiga kedua, yaitu kira-kira dari jam 22 sampai dengan jam 01.30, ini saat yang paling utama.
  3. Sepertiga ketiga, yaitu kira-kira dari jam 01.30 sampai dengan masuknya waktu shubuh, ini adalah saat yang paling utama.

Sebagaimana hadits Nabi SAW:

“Dari abu Salamah bin Abdurrahman dari Abu Hurairah ra. bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: Allah SWT akan turun pada tiap-tiap malam ke langit dunia, pada saat sepertiga malam yang terakhir, kemudian berfirman: barang siapa berdoa kepada-Ku, niscaya Aku akan mengabulkannya, baransg siapa meminta kepada-Ku, niscaya akan Aku penuhi permintaannya, dan barang siapa memohon ampun kepada-Ku, niscaya akan Aku ampuni dosanya.” (HR. Muslim). 5

Inilah waktu yang sangat mustajabah, karena pengaduan kita diterima oleh Allah secara langsung. Dan kesempatan ini jarang ditemukan oleh orang kecuali sedikit, sebab kebanyakan mereka tidur dengan lelapnya.

Bilangan Rakaat Sholat Tahajud

Dalam hal ini para ulama banyak yang berbeda pendapat mengenai jumlah bilangan rakaat, ada yang mengatakan 8 rakaat dengan 3 rakaat witir, ada yang mengatakan 10 rakaat dengan 3 witir, dan masih banyak pendapat yang lain. Namun mayoritas ulama’ (Jumhur ulama’) lebih dekat dengan pendapat yang menyatakan 8 rakaat dengan 3 rakaat witir.

Terkait dengan perdebatan pendapat tersebut, bisa anda baca pada artikel kami permasalahan sholat malam, termasuk di dalam pembahasan jumlah rakaat tahajud dari 11, 13, 21, 23, 33, 36, 39, Bahkan 41 rakaat.

Bacaan Doa Setelah Sholat Tahajud

Bacaan Do’a Setelah Shalat Tahajud menurut beberapa pendapat sebenarnya tidak ada bacaan dan atau doa tertentu sesudah sholat tahajud, namun demikian pendapat dari kebanyakan ulama’ dengan melihat kebiasaan Rasulullah SAW adalah dengan membaca doa setelah selesai witir, tidak dibaca setiap selesai salam pada shalat Malam (tahajjud). Bacaan doanya adalah:

سبحان الملك القدّوس

“Maha suci Tuhan Yang Maha merajai dan Maha suci.”

Doa ini dibaca tiga kali dan pada ketiga kalinya dibaca dengan suara nyaring dan panjang. Setelah selesai membaca doa ini, dilanjutkan dengan doa:

ربّ الملا ئكة والروح

”Yang menguasai Malaikat dan Jibril.”

Hal Ini didasarkan pada hadis Nabi saw. dari Ubai bin Ka’ab.

عن أبي بن كعب قال: كان رسول الله صليّ الله عليه وسلّم يقرأ في الوتر بسبّح اسم ربّك الاعلي وقل ياأيها الكفرون وقل هو الله أحد فإذا سلّم قال سبحان الملك القدّوس ثلاث مرات يمدّ صوته في الثالث ويرفعه ويقول رب الملا ئكة والروح

“Dari Ubai bin Ka’ab berkata:”Rasulullah saw. pada shalat Witir membaca “sabbihisma rabbikil a’la, dan qulya ayyuhal kafirun, dan qulhuwAllahu ahad”. Lalu jika ia telah membaca salam ia membaca “Subhanal malikil quddus” tiga kali dengan memanjangkan dan mengeraskan suaranya pada yang ketiga kalinya. Kemudian membaca “rabbil malaikati warruh.”(HR. Abu Dawud, Nasa’i dan Daruqutni).

Anjuran-anjuran dalam Mengerjakan Sholat Tahajud

Orang yang akan melaksanakan sholat malam disunnahkan di waktu akan tidur, berniat hendak bangun untuk sholat tahajud, apabila ternyata tidak bangun, maka sudah dapat pahalanya. Jadi pada dasarnya niat saja untuk melaksanakan sholat malam itu sudah mendapatkan pahala dari Allah SWT.

Ketika sudah bangun tidur, maka segeralah mengingat Allah, kemudian membersihkan muka atau mulut dengan siwak (gosok gigi), setelah bersih semuanya hendaknya membangunkan keluarga, karena jika seorang suami bangun pada malam hari dan membangunkan istrinya lalu mereka sholat tahajud dua raka’at, keduanya itu dicatat sebagai laki-laki dan wanita yang banyak mengingat Allah SWT.

Firman Allah SWT. QS. Thoha: 132 yang artinya sebagai berikut: “Dan perintahkanlah keluargamu untuk mengerjakan sholat dan bersabar untuk itu”. Kami tidak meminta rizki kepadamu, bahkan Kamilah yang member rizki kepadamu. Dan akibat yang baik hanya untuk tindakan taqwa.

Ketika orang meminta sesuatu pada Allah SWT, baik itu minta rizki, sehat dan lain-lain, hendaknya bersabar dan jangan putus asa. Karena segala sesuatu itu kalau menurut manusia baik belum tentu baik bagi Allah SWT, sebaliknya apabila segala sesuatu itu buruk belum tentu buruk pula, maka dari itu bersabarlah karena orang yang sabar di kasih oleh Allah SWT.

  1. Dianjurkan untuk membangunkan keluarga

Anjuran untuk mengajak orang lain melaksanakan sholat malam hendaknya dikerjakan secara terus menerus. Sholat malam itu tidak wajib, karena Nabi tidak mengharuskan isterinya melakukan hal itu. Seorang suami dianjurkan untuk membangunkan isterinya pada malam hari itu untuk ibadah, terutama pada saat terjadi kejadian besar. Adapun hal-hal yang dapat mendorong untuk bangun dan melakukan sholat malam antara lain: mengetahui keutamaan sholat malam dan kedudukan orang yang suka bertahajud.

Seorang mukmin yang baik hendaknya dapat memanfaatkan kesehatan dan waktu luang dengan baik, termasuk berusaha tidur di awal malam sehingga memiliki kekuatan dan semangat untuk sholat malam dan sholat shubuh.

Kemudian berusaha untuk memperhatikan adab-adab tidur dan melakukan usaha lain. Seorang muslim boleh melakukan sholat mutlak sebanyak-banyaknya, baik di waktu malam maupun di waktu siang asalkan tidak pada waktu-waktu terlarang dan boleh sholat sunnah sambil duduk.

2. Dianjurkan berlama-lama dalam berdiri, rukuk dan sujud.

Sholat dengan memanjangkan berdiri, memperbanyak ruku’ dan sujud. Inilah sholat yang paling utama selama tidak memberatkan atau menyebabkan kebosanan. Orang yang bertahajud hendaknya membaca al-Qur’an sesuai dengan kemampuan untuk merenungi apa yang dibaca.

‘Abdullah bin Mas’ud رضي الله عنه mengatakan:

صَلَّيْتُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْلَةً، فَلَمْ يَزَلْ قَائِمًا حَتَّى هَمَمْتُ بِأَمْرِ سَوْءٍ، قِيْلَ: وَمَا هَمَمْتَ؟ قَالَ: هَمَمْتُ أَنْ أَقْعُدَ وَأَذَرَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

“Saya pernah shalat Lail bersama Nabi صلى الله عليه وسلم. Beliau berdiri sangat lama sampai saya bermaksud melakukan sesuatu yang tidak baik.” Ada yang bertanya: “Apa maksud tidak baikmu itu?” Jawabnya: “Aku bermaksud duduk dan meninggalkan Nabi صلى الله عليه وسلم sendirian.”

Hudzaifah bin Yaman رضي الله عنه berkata:

صَلَّيْتُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ لَيْلَةٍ فَافْتَتَحَ الْبَقَرَةَ فَقُلْتُ يَرْكَعُ عِنْدَ الْمِائَةِ ثُمَّ مَضَى فَقُلْتُ يُصَلِّي بِهَا فِي [رَكْعَتَيْنِ] فَمَضَى فَقُلْتُ يَرْكَعُ بِهَا ثُمَّ افْتَتَحَ النِّسَاءَ فَقَرَأَهَا ثُمَّ افْتَتَحَ آلَ عِمْرَانَ فَقَرَأَهَا يَقْرَأُ مُتَرَسِّلًا إِذَا مَرَّ بِآيَةٍ فِيهَا تَسْبِيحٌ سَبَّحَ وَإِذَا مَرَّ بِسُؤَالٍ سَأَلَ وَإِذَا مَرَّ بِتَعَوُّذٍ تَعَوَّذَ ثُمَّ رَكَعَ

“Pada suatu malam saya shalat bersama Nabi صلى الله عليه وسلم, Beliau membaca surah Al-Baqarah. Saya berkata (menduga) mungkin Nabi akan ruku’ pada ayat keseratus, namun Nabi melanjutkannya. Saya berkata (menduga lagi) mungkin Nabi akan membaca surah Al-Baqarah ini untuk dua raka’at, namun Nabi melanjutkannya pula. Saya berkata (menduga lagi) mungkin Nabi akan ruku’ (setelah selesai membaca surah Al-Baqarah), namun beliau mulai membaca surah An-Nisaa’ sampai selesai. Beliau membaca juga surah Ali ‘Imran.3 Beliau membaca ayat per ayat. Bila menemui ayat tasbih, beliau mengucapkan subhanallaah. Bila menemui ayat berisi permohonan, beliau mengajukan permohonan. Bila menemui ayat ta’awwudz, beliau memohon perlindungan kepada Allah dari setan, kemudian beliau ruku’.(HR. Muslim dan Nasa’i.)

3. Di bolehkan membaca dengan suara keras atau lirih

Ketentuan ini didasari pada hadis riwayat Nasa’i dengan sanad shahih. Selain itu, dengan suara keras lebih utama jika hal itu membuat orang yang melaksankan sholat tahajud itu lebih semangat membaca. Namun apabila di dekatnya ada orang yang juga bertahajud atau ada orang yang merasa terganggu dengan suara keras maka membaca dengan suara lirih lebih baik dan lebih utama.

Baca Juga: Tata Cara Sholat Dhuha berdsarakan Sunnah Nabi SAW

 

Sumber Tulisan

Ensiklopedi Islam II, (Jakarta: PT. Ichtiar Baru Van Hoeve, 1993)

Sulaiman Rasjid, Fiqih Islam, (Bandung, PT. Sinar Baru Algensindo, 2002)

T.M. Hasbi Ash Siddiqie, Pedoman dan Do’a, (Jakarta: PT. Bulan Bintang, 1959),

Nasaruddin Razak, Dienul Islam, (Bandung, PT. Al-Ma’arif, 1973)

Abdul Majid, Rahasia Sholat, (Yogyakarta: PT. Pustaka Sufi 2003)

Quraish Shihab, Panduan Sholat bersama Quraish Shihab, (Jakarta: PT. Republika, 2003)

Sa’id bin Ali Wahf al-Qanthani, Tahajud Nabi Muhammad SAW, (Yogyakarta: PT. Media Hidayah, 2003)

Aziz Salim Basyarahil, Sholat (Hikmah, Falsafah dan Urgensinya), (Jakarta: PT. Gema Insani Press, 1996)

Quraish Shihab, Membumikan Al-Qur’an, (Bandung: PT. Mizan 2003)A. Fagih Tarjono, Kumpulan Sholat Sunnah Utama dilengkapi Do’a dan  Dzikir, (Semarang: CV. Wangsa Merta, 2000)

Moh. Sholeh, Tahajud (Manfaat Praktis di Tinjau dari Ilmu Kedokteran), (Yogyakarta: PT. Pustaka Pelajar, 2003)

Abdul Manan bin Muhammad Sobari, Rahasia Sholat Sunnah (Bimbingan Lengkap dan Praktis), PT. (Bandung: PT. Pustaka Hidayah, 2003)

Ustad Abdurrahman Ahmad, Himpunan Fadhilah Amal, (Yogyakarta: PT. Ash-Shaff, 2000)

Imam Musbikin, Rahasia Sholat, (Yogyakarta: PT. Mitra Pustaka, 2003)

Syamsu Yusuf, Farmatologi, (Yogyakarta: PT. Primayasa, 2000)

Moh. Rifa’i, Risalah Tuntunan Sholat Lengkap, (Semarang,: PT. Karya Toha Putra, 1976)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.