Awal Puasa Ramadhan, Lebaran Idul Fitri & Idul Adha Muhammadiyah

Penetapan Awal Ramadhan, Lebaran Idul Fitri, dan Idul Adha Muhammadiyah

Hasil Hisab Muhammadiyah: Penetapan Awal Puasa Ramadhan, 1 Syawal (Lebaran Idul Fitri), 9 Dzulhijjah (Hari Arafah) 10 Dzulhijjah (Lebaran Idul Adha)

1439 H / 2018 M

Tongkrongan Islami – Pada tanggal tanggal 09 Maret 2018 atau bertepatan dengan 21 Jumadil Akhir 1439 H, Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengeluarkan maklumat terkait dengan penetapan awal puasa ramadhan, hari lebaran Idul Fitri, hari Arofah dan hari lebaran idul adha.

Penetapan ini didasarkan pada hasil hisab hakiki wujudul hilal yang sejauh ini menjadi metode yang dilakukan oleh Majelis Tarjih Muhammadiyah. Berbeda dengan metode yang dilakukan oleh ormas lain seperti Persis yang menggunakan imkan rukyat. Meskipun demikian penetapan awal Ramadhan yang dilakukan oleh Persis sesuai dengan yang ditetapkan oleh ormas Muhammadiyah.

Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Kementrian Agama akan menetapkan awal ramadhan setelah melakukan metode rukyatul hilal di beberapa titik di Indonesia yang diputuskan dalam sidang isbat.

Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah 1439 Hijriah

Penetapan Awal Bulan Ramadhan 1439 H

  1. Ijtimak jelang Ramadan 1439 H terjadi pada hari Selasa Kliwon, 15 Mei 2018 M pukul 18:50:28 WIB.
  2. Tinggi Bulan pada saat terbenam Matahari di Yogyakarta (f= -07°48¢ LS dan l= 110°21¢BT) = -00°02¢50² (hilal belum wujud).
  3. 1 Ramadan 1439 H jatuh pada hari Kamis Pahing, 17 Mei 2018 M.

Penetapan Awal Bulan Syawal 1439 H

  1. Ijtimak jelang Syawal 1439 H terjadi pada hari Kamis Kliwon, 14 Juni 2018 M pukul 02:45:53 WIB.
  2. Tinggi Bulan pada saat terbenam Matahari di Yogyakarta (f= -07°48¢ LS dan l= 110°21¢BT) = +07°35¢20² (hilal sudah wujud).
  3. 1 Syawal 1439 H jatuh pada hari Jum’at Legi, 15 Juni 2018 M.

Penetapan Awal Bulan Dzulhijjah 1439 H

  1. Ijtimak jelang Zulhijah 1439 H terjadi pada hari Sabtu Pon, 11 Agustus 2018 M pukul 17:00:24 WIB.
  2. Tinggi Bulan pada saat terbenam Matahari di Yogyakarta ( f= -07°48¢  LS dan l= 110°21¢BT ) =      -00°37¢58²(hilal belum wujud).
  3. 1 Zulhijah 1439 H jatuh pada hari Senin Kliwon, 13 Agustus 2018 M.

Berdasarkan hasil hisab tersebut maka Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan:

  1. Tanggal 1 Ramadan 1439 H jatuh pada hari Kamis Pahing, 17 Mei 2018 M.
  2. Tanggal 1 Syawal 1439 H jatuh pada hari Jum’at Legi, 15 Juni2018 M.
  3. Tanggal 1 Zulhijah 1439 H jatuh pada hariSenin Kliwon, 13 Agustus 2018 M.
  4. Hari Arafah (9 Zulhijah 1439 H) jatuh pada hari Selasa Pon,  21 Agustus 2018 M.
  5. Idul Adha (10 Zulhijah 1439H) jatuh pada hari Rabu Wage, 22 Agustus 2018 M.

Terkait dengan hasil hisab Muhammadiyah di atas, dapat didownload di website Muhammadiyah.or.id.

Menurut Muhammadiyah penggunan metode hisab wujud al-hilal merupakan metode yang paling tepat digunakan pada zaman modern ini. Metode hisab ini menggunkan tiga barometer utama, yaitu: terjadi ijtimak (konjungsi), ijtimak harus terjadi saat sebelum matahari tenggelam, dan matahari yang tenggelam terebut berada di atas ufuk.

Terkait dengan alasan Muhammadiyah menggunakan matode hisab dapat dilihat pada beberapa alasan berikut:

  1. Penggunaan hisab merupakan semangat Al-Qur’an QS Ar-Rahman: 5 & QS. Yunus: 5.
  2. Penggunaan metode rukyat pada zaman Nabi SAW adalah perintah beralasan yaitu umat yang ummi yang tidak memungkinkan menggunakan metode hisab.
  3. Metode hisab dapat memprediksi hari raya dengan cepat, hingga memudahkan membuat kalender Islam. Berbeda dengan metode rukyat belum mampu membuat kalender Islam, karena tidak dapat melihat jauh ke depan.
  4. Metode hisab dapat menyatukan umat Islam secara global. Berbeda dengan metode rukyat yang tidak dapat mengcover seluruh daerah di dunia.
  5. Metode hisab tidak menimbulkan masalah terkait dengan puasa Arafah.

Baca selengkapnya artikel tentang argumentasi Muhammadiyah dalam penggunaan metode hisab. Artikel tersebut merupakan ringkasan dari tulisan Prof Syamsul Anwar yang menjadi ketua Majelis Tarjih Muhammadiyah. Di dalamnya disebutkan, beberapa dalil yang melandasi metode hisab lebih unggul dibandingkan dengan metode rukyat.

Update: Jadwal Imsyakiyah Ramadhan Versi Muhammadiyah 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here