Pesan Rasulullah SAW dalam Menyambut Bulan Ramadhan

Pesan Rasulullah SAW dalam Menyambut Bulan Ramadhan

Pesan Rasulullah SAW dalam Menyambut Bulan Suci Ramadhan

Tongkrongan Islami – Memasuki bulan Ramadhan, sudah selayaknya bagi semua umat Islam untuk bergembira. Sebab Allah swt menjadikan bulan seperti ini hanya ada pada umat Nabi Muhammad saw. Pada bulan Ramadhan juga terjadi banyak peristiwa besar dalam sejarah umat Islam seperti turunnya al-Qur’an secara sekaligus ke langit dunia sebagaimana riwayat dari Ibnu ‘Abbas ra, beberapa peperangan dengan kaum kafir, dan tentu saja penaklukan kota Mekah pada tahun 8 Hijriyah. Semua peristiwa besar ini setidaknya menandakan bahwa lapar dan haus bukanlah sebab kita meninggalkan puasa. Sebab banyak rahmat yang Allah turunkan padanya.

Lantas sebagai umat Rasulallah saw, apa saja yang perlu kita lakukan untuk menyambut dan beramal di bulan Ramadhan?

Berikut beberapa amalan yang bisa kita lakukan di bulan Ramadhan, baik sebelumnya terlebih ketika berada di dalamnya sebagaimana yang dilakukan oleh para salaf ash-shalih.

Puasa Sunnah di Bulan Sya’ban

Hal ini sebagaimana seperti keterangan dari Aisyah ra:

عن عائشة زوجِ النبيَّ صلَّى الله عليه وسلم أنها قالت كان رسولُ الله صلَّى الله عليه وسلم يصُومُ حتى نقولَ لا يُفْطِرُ ويُفْطِرُ حتى نقولَ لا يصومُ وما رأيتُ رسولَ الله صلَّى الله عليه وسلم استكملَ صيامَ شهرٍ قطُّ إلا رمضانَ وما رأيتُه في شهرٍ أكثر صياماً منه في شعبان

“Dari ‘Aisyah, isti Nabi saw, beliau berkata: ‘Rasulallah saw (sering) berpuasa hingga kami berkata (mengira), beliau tidak berbuka. Pun berbuka hingga kami berkata, beliau tidak puasa. Aku tidak mengetahui Rasulallah saw puasa satu bulan penuh melainkan pada bulan Ramadhan. Dan aku tidak mengetahui beliau lebih banyak berpuasa kecuali pada bulan Sya’ban (H.R. al-Bukhari no. 1969 dan Muslim no. 1156).”

Dalam riwayat yang lain dikatakan:

عَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ رَأَيْتُكَ تَصُومُ مِنَ الشَّهْرِ شَيْئًا مَا لَا تَصُومُهُ مِنَ الشُّهُورِ أَكْثَرَ إِلَّا رَمَضَانَ قَالَ أَيُّ شَهْرٍ قُلْتُ شَعْبَانُ قَالَ هُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ

“Dari Usamah bin Zaid ra, ia berkata; ‘Aku berkata, ‘Wahai Rasulallah! Aku melihat puasa engkau pada bulan itu lebih banyak dari bulan-bulan yang lain, kecuali Ramadhan.’ Beliau bertanya, ‘Bulan yang mana?’ Aku menjawab, ‘Bulan Sya’ban.’ Beliau bersabda, ‘Bulan Sya’ban merupakan bulan diangkatnya amal kepada Rabb Semesta Alam. Dan aku senang ketika amalku diangkat aku sedang berpuasa (H.R. an-Nasa’i no. 2357, Ahmad no. 21753. Dinilai hasan oleh Syaikh al-Albani dalam kitab al-Irwa, IV: 103).”

Rasulalah saw selalu berpuasa Sya’ban pada sebagian besar harinya sebelum datang bulan Ramadhan. Sebab Sya’ban memiliki keutamaan, yaitu diangkatnya amal kehadapan Allah swt dan beliau merasa gembira ketika amal beliau dihadapkan pada Rabb semesta alam beliau sedang berpuasa sebagaimana halnya puasa pada hari senin dan kamis. Jika Rasul saw yang ma’shum begitu semangat dalam beramal, maka tentu umatnya harus berupaya untuk meneladani beliau dengan segenap tenaga.

Memperbanyak Amal Shaleh 

Berkaitan dengan hal ini, Rasulallah saw bersabda:

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِى وَأَنَا أَجْزِى بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِى لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ. وَلَخُلُوفُ فِيهِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ

“Setiap amal anak cucu Adam dilipatgandakan dengan sepuluh sampai tujuh ratus kebaikan semisal, Allah swt berfirman: ‘Kecuali puasa, sebab puasa adalah untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya. Seseorang (ketika puasa) meninggalkan syahwat dan makanannya karena Aku’. Bagi orang puasa terdapat dua kebahagiaan; Bahagia ketika berbuka dan bahagia ketika bertemu dengan Rabbnya (di akhirat). Dan sungguh bau mulut orang yang puasa di sisi Allah lebih baik dari pada wangi minyak misk (H.R. al-Bukhari no. 1904, 5927 dan Muslim no. 1151).”

Maksud kalimat ‘puasa adalah untuk-Ku’ adalah karena manusia meninggalkan berbagai macam syahwat dan kesenangan di bulan Ramadhan karena Allah semata. Ibadah puasa berbeda dengan ibadah yang lain, dimana tidak banyak tuntutan dalam hal syahwat perut atau kemaluan. Kalau pun ada -seperti ihram dan shalat- maka durasinya hanya sebentar. Hal ini berbeda dengan puasa, utamanya Ramadhan. Karena itulah Allah swt menyebut ibadah puasa adalah ‘untuk-Ku’ seolah ingin menegaskan bahwa puasa merupakan ibadah yang istimewa.

Dalam sabdanya yang lain, Rasulallah saw menyatakan:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan dalam keadaan iman dan mengharap-harap pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari, Kitab al-Iman/37).”

إِذَا كَانَ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ صُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ وَمَرَدَةُ الْجِنِّ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ فَلَمْ يُفْتَحْ مِنْهَا بَابٌ وَفُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ فَلَمْ يُغْلَقْ مِنْهَا بَابٌ وَيُنَادِى مُنَادٍ يَا بَاغِىَ الْخَيْرِ أَقْبِلْ وَيَا بَاغِىَ الشَّرِّ أَقْصِرْ وَلِلَّهِ عُتَقَاءُ مِنَ النَّارِ وَذَلِكَ كُلَّ لَيْلَةٍ

“Pada awal malam bulan Ramadhan, syaitan-syaitan dan jin-jin jahat dibelenggu, pintu neraka ditutup dan tidak ada satu pun yang dibuka, sedang pintu surge dibuka dan tidak satu pun yang ditutup. Penyeru memanggil, ‘Wahai pencari kebaikan, terimalah. Wahai pencari keburukan, cukupkanlah. Dan Allah memiliki hamba-hamba yang terbebas dari neraka pada setiap malamnya (HR. Tirmidzi no. 682 dan Ibnu Majah no. 1642

Syaikh Ibrahim bin ‘Amir ar-Ruhaili mengatakan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan seluruh amal kebaikan yang ada di bulan Ramadhan (lihat Tajrid al-Ittiba’, hal. 118). Oleh karenanya, sudah selayaknya setiap muslim memperhatikan dan mengisi semua waktu di bulan Ramadhan dengan amalan yang bermanfaat mengingat tidak ada yang tahu sebatas mana ia akan berada di dunia ini sebelum Allah menjemputnya. Pun Allah swt membelenggu para pengganggu manusia yang selama ini aktif, sehingga amal ibadah yang dilakukan akan terasa lebih ringan dan bersemangat dalam mengerjakan.

Selain itu, mulianya bulan Ramadhan menjadi sebab suatu amal dilipat gandakan sebagaimana jika kita berada di tempat yang diberkahi (Mekah, Madinah, dan Masjid al-Aqsha) atau karena keikhlasan kita kepada Allah swt (lihat Lathaif al-Ma’arif, hal. 269-271).

Qiyam Ramadhan

Rasulallah saw bersabda:

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Siapa saja yang melaksanakna qiyam (Shalat Tarawih) di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap-harap pahala dari Allah swt, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu (H.R. al-Bukhari no. 37 dan Muslim no. 759).”

Qiyam Ramadhan atau yang lebih dikenal saat ini dengan nama shalat tarawih dilaksanakan selepas shalat isya’. Adapun pelaksanannya lebih utama dilakuklan secara berjama’ah sebagaimana keumuman dalil tentang shalat berjama’ah.

عن عبدِ اللهِ بن عُمَرَ أنَّ رسولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قالَ صلاةُ الجماعةِ تفضُلُ صلاةَ الفذِّ بسَبعٍ وعشرينَ درجةَ

“Dari Abdullah bin Umar, bahwa Rasulallah saw bersabda: ‘Shalat berjama’ah melebihi (pahalanya) dari shalat sendiri dengan dua puluh tujuh tingkat (H.R. al-Bukhari dan Muslim).”

عَنْ عَائِشَةَ أُمِّ المُؤْمِنِينَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى ذَاتَ لَيْلَةٍ فِي المَسْجِدِ فَصَلَّى بِصَلاَتِهِ نَاسٌ ثُمَّ صَلَّى مِنَ القَابِلَةِ، فَكَثُرَ النَّاسُ ثُمَّ اجْتَمَعُوا مِنَ اللَّيْلَةِ الثَّالِثَةِ أَوِ الرَّابِعَةِ فَلَمْ يَخْرُجْ إِلَيْهِمْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَلَمَّا أَصْبَحَ قَالَ قَدْ رَأَيْتُ الَّذِي صَنَعْتُمْ وَلَمْ يَمْنَعْنِي مِنَ الخُرُوجِ إِلَيْكُمْ إِلَّا أَنِّي خَشِيتُ أَنْ تُفْرَضَ عَلَيْكُمْ وَذَلِكَ فِي رَمَضَانَ

“Dari ‘Aisyah Ummul Mukminin r.a. (diriwayatkan) bahwa Rasulallah saw shalat pada suatu malam di masjid, lalu beberapa orang lelaki ikut shalat bersama beliau. Kemudian beliau shalat (lagi) pada malam berikutnya dan orang bertambah banyak. Kemudian mereka berkumpul pada malam ketiga atau keempat, namun Rasulallah saw tidak keluar kepada mereka. Ketika tiba waktu subuh, beliau berkata, ‘Saya melihat apa yang kamu lakukan. Aku tidak keluar menemui kalian bukan karena apa-apa, melainkan aku khawatir kalau hal itu menjadi wajib atas kalian.’ Hal ini terjadi di (bulan) Ramadhan (H.R. al-Bukhari no. 1129 dan Muslim no. 177).”

عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَ صُمْنَا مَعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَمَضَانَ ………. فَقُلْنَا يَا رَسُولَ اللهِ لَوْ نَفَّلْتَنَا بَقِيَّةَ لَيْلَتِنَا هَذِهِ قَالَ إِنَّ الرَّجُلَ إِذَا قَامَ مَعَ الْإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ حُسِبَ لَهُ بَقِيَّةُ لَيْلَتِهِ

“Dari Abu Dzar (diriwayatkan bahwa) ia berkata: Kami berpuasa (pada suatu) Ramadhan bersama Rasulallah saw. ………. Lalu kami meminta, ‘Wahai Rasulallah, alangkah kiranya kalau engkau shalat sunat bersama kami pada sisa malam ini. Beliau menjawab: Sesungguhnya seseorang yang melakukan qiyam bersama imam hingga selesai, maka akan dihitung baginya (shalat) pada sisa malamnya (H.R. at-Tirmidzi no 806, Ahmad no. 21419, 21447, Ibnu Majah no. 1327).”

Beberapa riwayat ini menggambarkan bahwa shalat bersama imam lebih utama disbanding dengan shalat sendiri dalam kaitannya dengan qiyam Ramadhan.

Menghindari Hal-hal Yang Tidak Berguna

Rasulallah saw bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالعَمَلَ بِهِ وَالجَهْلَ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ

“Dari Abu Hurairah, dari Nabi saw beliau bersabda: Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan zuur dan (bahkan) melakukannya, serta melakukan hal-hal bodoh, maka Allah tidak berhajat dengan makan dan minum yang ia tinggalkan (H.R. al-Bukhari no. 6057).”

Makna az-zuur dalam hadits ini mencakup bohong, berkata kotor, senda gurau, dan sejenisnya. Memang sudah semestinya orang yang puasa Ramadhan menjauhi hal-hal yang tidak ada atau sedikit manfaatnya. Sebab puasa bukan hanya perkara menahan haus, lapar, dan libido di siang hari. Bahkan Nabi saw mengingatkan bahwa semata menahan haus dan lapar namun tidak meninggalkan perbuatan dan perkataan sia-sia, maka (dikhawatirkan) Allah tidak akan menerima puasanya meski sah secara hukum fikih.

Memperbanyak Sedekah

كَانَ النَّبِىُّ صلى الله عليه وسلم أَجْوَدَ النَّاسِ وَأَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِى رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ وَكَانَ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلاَمُ يَلْقَاهُ فِى كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ فَلَرَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ

“Nabi saw adalah orang yang paling gemar/demawan bersedekah. Dan beliau bertambah dermawan ketika ada di (bulan) Ramadhan. Ketika itu Jibril a.s. menemui beliau, dan Jibril a.s. menemui beliau setiap malam pada bulan Ramadhan kemudian mengajarkan al-Qur’an kepada Nabi saw. Dan Rasulallah saw adalah lebih dermawan dari angin yang bertiup (H.R. al-Bukhari no. 3554 dan Muslim no. 2307).”

Selain itu, sedekah juga berarti membantu orang yang berpuasa. Salah satu wujud sedekah adalah mengajak orang lain untuk berbuka bersama dimana Allah swt menjanjikan pahala yang besar. Hal ini sebagaimana sabda Rasulallah saw:

عَنْ زَيْدِ بْنِ خَالِدٍ الْجُهَنِيِّ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كُتِبَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ إِلَّا أَنَّهُ لَا يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْءٌ

“Dari Zaid bin Khalid al-Juhaniy, dari Nabi saw beliau bersabda: Siapa memberi makan orang puasa, maka ditetapkan baginya pahala seperti orang yang puasa tanpa mengurangi pahala orang puasa tersebut sedikit pun (H.R. Ahmad no. 17033, 21676, Ibnu Majah no. 1746).”

Membaca al-Qur’an

Hal ini sebagaimana sabda Rasulallah saw:

كَانَ النَّبِىُّ صلى الله عليه وسلم أَجْوَدَ النَّاسِ وَأَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِى رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ وَكَانَ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلاَمُ يَلْقَاهُ فِى كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ فَلَرَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ

“Nabi saw adalah orang yang paling gemar/demawan bersedekah. Dan beliau bertambah dermawan ketika ada di (bulan) Ramadhan. Ketika itu Jibril a.s. menemui beliau, dan Jibril a.s. menemui beliau setiap malam pada bulan Ramadhan kemudian mengajarkan al-Qur’an kepada Nabi saw. Dan Rasulallah saw adalah lebih dermawan dari angin yang bertiup (H.R. al-Bukhari no. 3554 dan Muslim no. 2307).”

Hadits diatas secara tidak langsung merupakan anjuran bagi umat Islam untuk memperbanyak bacaan dan tadabbur al-Qur’an di bulan Ramadhan. Hal ini ditunjukkan oleh kegiatan Nabi Muhammad saw dan malaikat Jibril a.s. pada setiap malam Ramadhan untuk mengajarkan al-Qur’an. Selain itu, terdapat banyak riwayat hadits tentang keutamaan membaca dan mempelajari al-Qur’an. Beberapa diantaranya adalah:

عَنْ زَيْدٍ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا سَلَّامٍ يَقُولُ حَدَّثَنِي أَبُو أُمَامَةَ الْبَاهِلِيُّ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ

“Dari Zaid (katanya) ia mendengar Abu Sallam berkata, Abu Umamah al-Bahiliy menceritakan kepadaku, ia berkata, aku mendengar Rasulallah saw bersabda: Bacalah al-Qur’an. Karena ia akan datang pada hari kiamat untuk member syafa’at bagi pembacanya (H.R. Muslim no. 252).”

عَنْ عُثْمَانَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ القُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

“Dari ‘Utsman r.a., dari Nabi saw beliau bersabda: Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari al-Qur’an dan mengajarkannya (H.R. al-Bukhari no. 5027).”

Kesimpulannya, Ramadhan merupakan kesempatan untuk beramal sebanyak dan sebagus mungkin. Sebab kesempatan yang langka belum tentu kita dapatkan untuk kedua kalinya. Adapun amalan yang terdapat dalam tulisan ini adalah yang dianggap utama untuk dilakukan selama Ramadhan dengan harapan agar berlanjut ketika berada di luar Ramadhan.

Wallahu a’lam bi ash-shawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.