Relevansi Antara Konsep Dialektika Peter l Berger dan Studi Hadits

Relevansi Antara Konsep Dialektika Peter l Berger dan Studi Hadits

Last Updated on April 10, 2020 by Tongkrongan Islami

Relevansi Antara Konsep Dialektika Peter l Berger dan Studi Hadits 

Oleh : Sofrotul Hasanah

Manusia diciptakan sebagai makhluk sosial yang tidak dapat bertahan hidup jika tidak memiliki orang lain di sekitarnya. Oleh karena itu sebagai makhluk sosial hendaknya kita memahami betapa pentingnya memahami orang-orang yang berada di sekitar kita dan ikut dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam kehidupan bermasyarakat terdapat banyak interaksi antar individu sebagai makhluk sosial. Interaksi tersebut beragam mulai dari antar individu, individu dengan kelompok, ataupun individu dengan keadaan atau kebudayaan di sekitarnya. Interaksi tersebut terjadi secara terus-menerus yang kemudian membentuk suatu pola hubungan antar fenomena- fenomena yang terjadi. Sehingga tanpa kita sadari individu merupakan komposisi utama yang membentuk masyarakat, dan hidup bersama dalam waktu jangka yang lama menyusun tatanan sosial dan menjaga hal tersebut.

Teori dialektika sosial merupakan hasil dari dialektika antara individu dengan sosio-kultural lingkungan di sekitarnya yang kemudian dialektika ini terjadi secara terus-menerus hingga membentuk kontruksi dalam masyarakat itu sendiri. Menurut Berger dalam bukunya The Social Construction of Reality dialektika tersebut terdiri dari tiga hal penting yaitu eksternalisasi, objektivasi dan dan internalisasi kemudian ia menjadikan sosiologi pengetahuan sebagai alat untuk menguak fenomena-fenomena yang terdapat di dalam ketiga hal tersebut sehingga tercipta konstruksi dari kenyaatan sosial di mana manusia sebagai pencipta tatanan sosial dan juga produk dari masyarakat tersebut. Oleh karena itu, Setiap individu memiliki perannya masing-masing dalam membentuk tatanan masyarakat di sekitarnya.

Berger juga mengatakan bahwa masyarakat dan bagian di dalamnya secara bersamaan terkaraterisasi oleh ketiga momen tersebut sehingga ketika seorang individu berada dalam masyarakat maka ia secara otomatis berpartisipasi dalam ketiga dialektika tersebut.(Berger, 2008: 176). Ketiga momen tersebut apabila dijabarkan lebih jelas yaitu sebagai berikut :

  1. Proses eksternalisasi

Dalam proses ini individu melakukan adaptasi dengan lingkungan sosial di sekitarnya, dimana terdapat proses pengeluaran gagasan dari individu ke dunia nyata. Contohnya seperti interpretasi individu terhadap teks suci yang berbeda-beda menghasilkan adaptasi yang berbeda-beda pula. Dalam proses ini manusia sepenuhnya menggunakan kesadarannya seperti pengetahuan, emosi, kemudian mengeksternalisasikannya pada aksi yang dilakukannya sehari-hari.

  1. Proses objektivasi

Merupakan suatu proses pemaknaan baru terhadap kenyataan di lingkungan sekitar. Hal ini biasanya terjadi ketika dua realitas yang berbeda ditemukan. Proses ini merupakan suatu kenyataan social yang harus dihadapi individu dan berasal dari luar dirinya. Merupakan proses lanjutan akibat eksternalisasi. Proses ini biasanya terjadi dalam lembaga-lembaga yang berada di sekitar pelaku atau actor.

  1. Proses internalisasi

Dalam tahap ini, individu akan menyerap hal-hal objektif dan merealisasikannya secara subjektif yang kemudian membentuk identitas seorang individu. Proses ini terjadi dalam interaksi sehingga individu dituntut untuk melakukan sosialisasi. Di sini individu menyadari bahwa terdapat kenyataan di luar dirinya dan menyadari bahwa dirinya merupakan bagian dari masyarakat. Hal ini merupakan hasil akhir dari pola interaksi proses eksternaisasi dan proses objektivasi.

Ketiga proses di atas terus berputar dan berdialektika satu sama lain. Kita sebagai individu yang hidup dalam masyarakat secara tidak sadar kita berkontribusi dalam ketiga dialektika tersebut. Meskipun setiap individu memiliki porsi yang berbeda antara satu dengan yang lain akan tetapi  manusia selalu mengembangkan dirinya melalui pengetahuan, bahasa, dan sosio kultural di sekitarnya sehingga hal tersebutlah yang akan membentuk pribadi atau identitas actor. sebagai individu dan dunia sosialnya saling berinteraksi melalui ketiga momen tersebut. Sehingga dapat disimpulkan bahwasannya masyarakat adalah produk manusia (society is a human product), masyarakat adalah kenyataan objektif (man is object reality) dan manusia adalah produk social (man is a social product), ketiga momen ini tidak boleh ada yang hilang, jika salah satunya tidak lengkap maka akan terjadi distorsi. (Manuaba, 2008: 229).

Dalam teori dialektika ini terdapat tiga momen dialektis yakni objektivasi, internalisasi dan ekstranalisasi di mana ketiga momen tersebut dapat diterapkan dalam konteks hadits. Hadits juga mengalami tiga momen tersebut. Pertama-tama hadits mengalami proses objektivasi ketika hadits menjadi sebuah teks yang dianggap sakral dan memiliki nilai di dalamnya, kemudian teks hadits serta nilai-nilai/norma tersebut masuk dalam proses internalisasi ke dalam diri manusia atau individu yang kemudian difahami dan dihayati. Setelah itu hadits masuk dalam tahap eksternalisasi ketika nilai-nilai dari hadits tersebut diamalkan oleh individu dan dijadikan pedoman sehari-hari dalam bertingkah laku, bahkan hadits juga dapat menjadi norma yang mengatur kehidupan masyarakat. Karena semakin majunya perkembangan zaman sehingga para pengkaji hadits atau ahli tafsir perlu mencoba untuk memasukkan teori dealektika ini sebagai metode dalam studi hadits guna untuk mendapatkan hasil riset yang lebih mendalam. Terlebih untuk hadits-hsdits yang hidup dalam masyarakat (living hadits) perpaduan kajian ini amatlah menarik untuk dicoba.

Referensi :

Berger, L Peter. Thomas Luckman. 2012. Tafsir Sosial Atas Kenyataan: Sebuah Risalah Tentang Sosiologi Pengetahuan. Terj: Hasan Basari. Jakarta: LP3ES.

Manuaba, I. B. Putera.2008.  Memahami Teori Konstruksi Sosial. Dalam Jurnal Masyarakat Kebudayaan dan Politik. Vol 21. No. 3. Universitas Airlangga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

SmartDrones Air 2 Photos Leaked

Jadwal Imsakiyah dan Buka Puasa Kota Banda Aceh

Jadwal Imsakiyah Kota Banda Aceh 2020, Cek Waktu Imsak & Buka Puasa Hari Ini!