10 Tips Mendapatkan Seba-sebab Ampunan di Bulan Ramadhan

Seba-sebab Ampunan di Bulan Ramadhan

Tongkrongan Islami – Dalam bulan Ramadhan banyak sekali sebab-sebab turunnya ampunan. Ampunan tersebut akan didapatkan bilamana kita mengerjakan segala yang diperintahkan dan menjauhi segala yang dilarang oleh Allah SWT.

Ada banyak amalan yang dapat mempengaruhi magfirah ramadhan, sehingga kita dianjurkan untuk memperbanyak amaliah ramadhan di bulan yang penuh keberkahan ini. Di antara sebab-sebab ampuan tersebut adalah:

1. Berpuasa Sebulan Penuh

Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah SAW: “Barangsiapa puasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala Allah, niscaya ia diampuni dosanya yang telah lalu.” [HR. Hadits Muttafaq ‘Alaih].

2. Menunaikan Sholat Malam

Mengerjakan shalat malam (tarawih) berdasarkan sabda Rasulullah SAW: “Barang siapa melakukan shalat malam di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala Allah, niscaya diampuni dosanya yang telah lalu.” [HR. Muttafaq ‘Alaih].

3. Mendapatkan Malam Lailatul Qadar.

Berusaha mendapatkan malam lailatul wadar yaitu pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Malam ini adalah malam yang penuh berkah, di dalamnya diturunkan Al-Qur’anul Karim dan segala urusan yang penuh hikmah akan dimudahkan. Berdasarkan sabda Rasulullah SAW: “Barangsiapa melakukan shalat di malam Lailatul Qadar kavena iman dan mengharap pahala Allah, niscaya ia diampuni dosanya yang telah lalu.” [HR. Muttafaq ‘Alaih].

4. Memberi Buka Puasa

Memberi ifthar (makanan untuk berbuka) kepada orang yang berpuasa berdasarkan sabda Rasulullah SAW: “Barangsiapa yang di dalamnya (bulan Ramadhan) memberi ifthar kepada orang berpuasa, niscaya hal itu menjadi sebab) ampunan dari dosa~osanya, dan pembebasan dirinya dari api Neraka.” [HR. Ibnu Khuzaimah & Al-Baihaqi].

5. Memperbanyak Zikir, Doa & Istigfar

Dzikir, berdoa hingga istigfar dianjurkan diperbanyak ketika dalam dalam keadaan puasa, berbuka dan ketika makan sahur. Do’a orang puasa adalah mustajab (dikabulkan), baik ketika dalam keadaan puasa ataupun ketika berbuka Allah SWT, memerintahkan agar kita berdo’a dan Dia menjamin mengabulkannya. Allah SWT berfirman: “Dan Tuhanmu berfirman: “Berdo’alah kepada-Ku, niscaya Aku mengabulkannya untukmu. ” [QS. Ghaafir: 60].

Dan dalam sebuah hadits disebutkan: “Ada tiga macam orang yang tidak ditolak do’anya. Di antaranya disebutkan,”orang yang berpuasa hingga ia berbuka.” [HR. Ahmad, At-Tirmidzi, An-Nasaa’i, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah & Ibnu Hibban].

Karena itu, hendaknya setiap muslim memperbanyak, dzikir, do’a dan istighfar di setiap waktu, terutama pada bulan Ramadhan, ketika sedang berpuasa, berbuka dan ketika sahur, di saat turunnya Tuhan di akhir malam. Nabi SAW bersabda:

“Tuhan kami Yang Mahasuci dan Maha tinggi turun pada setiap malam ke langit dunia, (yaitu) ketika masih berlangsung sepertiga malam yang akhir seraya berfirman, ‘Barangsiapa berdo’a kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan untuknya, barangsiapa memohon kepada-Ku, niscaya Aku memberinya dan barangsiapa memohon ampunan kepada-Ku, niscaya Aku mengampuninya’.” [HR. Muslim].

Di antara sebab-sebab ampunan yaitu istighfar (permohonan ampun) para malaikat untuk orang-orang berpuasa, sampai mereka berbuka. Demikian seperti disebutkan dalam hadits Abu Hurairah di muka, yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad.

Jika sebab-sebab ampunan bulan Ramadhan demikian banyak, maka orang yang tidak mendapatkan ampunan di dalamnya adalah orang yang memiliki seburuk-buruk nasib. Kapan lagi ia mendapatkan ampunan jika ia tidak diampuni pada bulan ini? Kapan dikabulkannya (permohonan) orang yang ditolak pada saat Lailatul Qadar? Kapan baiknya orang yang tidak menjadi baik pada bulan Ramadhan ?

Dahulu, ketika datang bulan Ramadhan, umat Islam senantiasa berdo’a: “Ya Allah, bulan Ramadhan telah menaungi kami dan telah hadir maka serahkanlah ia kepada kami dan serahkanlah kami kepadanya Karuniailah kami kemampuan untuk berpuasa dan shalat di dalamnya, karuniailah kami di dalamnya kesungguhan, semangat, kekuatan dan sikap rajin. Dan lindungilah kami di dalamnya dari berbagal fitnah”

Mereka berdo’a kepada Allah SWT selama enam bulan agar bisa mendapatkan Ramadhan, dan Selama enam bulan (berikutnya) mereka berdo’a agar puasanya diterima. Di antara, do’a mereka itu adalah: “Ya Allah serahkanlah aku kepada Ramadhan, dan serahkan Ramadhan kepadaku, dan Engkau menerimanya daripadaku dengan rela.” [Lihat Lathaa’iful Ma’aarif, oleh Ibnu Rajab, him. 196-203].

Tips Tambahan untuk Meraih Ampunan di Bulan Ramadhan

  1. Menundukkan pandangan serta menahannya dari pandangan-pandangan liar yang tercela dan dibenci.
  2. Menjaga lisan dari berbicara tak karuan, menggunjing, mengadu domba dan dusta.
  3. Menjaga pendengaran dari mendengarkan setiap yang haram atau yang tercela.
  4. Menjaga anggota tubuh lainnya dari perbuatan dosa.
  5. Memperbanyak amalan-amalan sunnah seperti membaca al-Qur’an, sedekah, dan menghadiri majlis-majlis ilmu.

Baca Artikel Puasa Lainnya:

  1. Tips & Petunjuk Rasulullah SAW dalam Menjalankan Puasa Ramadhan
  2. Kiat Menggapai Puasa Ramadhan yang Sempurna Dimata Allah SWT
  3. Dalil Anjuran untuk Memperbanyak Doa di Bulan Ramadhan

Ya Allah, jadikanlah kami dan segenap umat Islam termasuk orang yang puasa pada bulan ini, yang pahalanya sempurna, yang mendapatkan Lailatul Qadar, dan beruntung menerima hadiah dari Tuhan; wahai Dzat Yang Hidup Kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya), wahai Dzat Yang Memiliki Keagungan dan Kemuliaan. Semoga shalawat dan salam senantiasa dilimpahkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga dan segenap sahabatnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.