Sunnah-Sunnah Puasa Ramadhan yang Sebaiknya Diperhatikan

Sunnah-Sunnah Puasa Ramadhan

Sunnah-Sunnah Puasa Ramadhan – Pada dasarnya segala amalan di bulan ramadhan akan dilipat gandakan oleh Allah SWT, mengingat Ramadhan adalah bulan penuh keberkahan yang telah digariskan dalam Al-Qur’an maupun hadis Nabi SAW. Berdasarkan hadis berikut:

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِى وَأَنَا أَجْزِى بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِى لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ. وَلَخُلُوفُ فِيهِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ

“Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.” [HR. Bukhari & Muslim no. 1151]

Oleh karena itu, seharusnya kita jadikan bulan ramadhan sebagai ladang untuk mengoptimlkan ibadah yang kita kerjakan baik yang sifatnya wajib maupun yang sifatnya sunnah.

Terkait dengan ibadah puasa, ada beberapa amalan yang dapat menambah pahala puasa jika hal demikian dilakukan, penambahan tersebut telah kami jelaskan secara rinci pada halaman puasa ramadhan yang sempurna. Jadi tulisan ini, hanya review singkat dari postingan terdahulu.

Berikut di antara sekian banyak sunnah-sunnah puasa ramadhan yang sebaiknya kita perhatikan agan mendapatkan derajat takwa di sisi Allah SWT:

  1. Mengakhirkan sahur sampai akhir waktu malam, selama tidak dikhawatirkan terbit fajar. Selengkapnya Anda dapat membaca artikel kami “Anjuran Sahur Ramadhan
  2. Segera berbuka puasa bila benar-benar matahari telah terbenam.
  3. Jika dicaci maki, supaya mengatakan : “Saya berpuasa,” dan jangan membalas mengejek orang yang mengejeknya, memaki orang yang memakinya, membalas kejahatan orang yang berbuat jahat kepadanya; tetapi membalas itu semua dengan kebaikan agar mendapatkan pahala dan terhindar dari dosa. Puasa adalah perisai, bila suatu hari seseorang dari kamu beupuasa, hendaknya ia tidak bevkata buruk dan berteriak-teriak. Bila seseorang menghina atau mencacinya, hendaknya ia berkata ‘Sesungguhnya aku sedang puasa’.” (HR. Al- Bukhari, Muslim dan para penulis kitab Sunan).
  4. Berdo’a ketika berbuka puasa, seperti membaca: ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ اْلعُرُوْقُ وَ ثَبَتَ اْلأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ  “Hilanglah haus dan basahlah urat-urat, dan pahalanya pun telah ditetaokan, Insya Allah.” (HR. Abu Dawud, Daruquthny dan Al Hakim)
  5. Berdo’a ketika berbuka puasa sesuai dengan yang diinginkan, karena doa orang yang sedang berpuka puasa itu akan dikabulkan oleh Allah.
  6. Berbuka dengan kurma yang masih segar, jika tidak punya maka dengan kurma kering, dan jika tidak punya cukup dengan air.

Baca Juga:

  1. Kapankan Seorang Muslim Memualai Puasanya di Bulan Ramadhan?
  2. Ketentuan Waktu dan Syarat Sah Puasa Ramadhan

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.