Surah Al-Mulk, Syafaat Agung bagi Para Pelantunnya

401
Surah Al-Mulk

Pernahkah kita mendengar nasihat seorang Ustadz yang menganjurkan agar kita membaca surat al-Mulk, untuk orang yang sedang menghadapi sakaratul maut?

Tongkrongan Islami – Tentu banyak di antara kita yang tahu akan hal tersebut, namun tidak sedikit juga yang belum faham apa faedah membaca surah al-mulk dalam menghadapi maut dan kenapa harus surat al-mulk. Sehingga dalam hal ini, sangat penting mengetahui manfaat membacanya. Sebab surat al-mulk tidak hanya bermanfaat ketika dibaca kepada orang yang menghadapi kematian (baca: surah yasin), melainkan juga memiliki keutaman-keutamaan lainnya.

Kandungan Surah al-Mulk

Al-Mulk merupakan surat yang diturunkan kepada Nabi saw di Mekkah sebelum melakukan hijrah ke Madinah. Ia turun setelah surat at-Thur. surat yang berjumlah 30 ayat ini berada di urutan ke 67 dari keseluruhan surat yang terdapat di dalam al-Qur’an. Dalam beberapa tafsir ditemukan bahwa ternyata surat ini tidak hanya dinamakan dengan al-Mulk saja.

Beberapa pendapat menyatakan surat ini disebut surat al-Munjiyyah sebab salah satu keutamaan surat ini, bisa menjadi penyelamat dari azab kubur. Bahkan Ibnu ‘Abbas menamakan surat ini dengan sebutan al-Mujadilah, sebab dalam satu riwayat diceritakan bahwa surah al-Mulk ini nanti akan memberikan argumentasi kepada para malaikat agar kelak pembacanya tidak terkena hukuman atau pun adzab.

Dinamakan dengan al-Mulk sendiri karena memang di kandungan surat ini banyak bercerita tentang macam-macam kekuasaan yang terdapat di langit dan di bumi di mana semua kekuasaan itu sepenuhnya berada di Tangan Allah Sang Maha Kuasa.

Secara umum, surat ini memuat beberapa kandungan dan pembahasan. Dari ayat pertama, kita sudah dapat mengetahui bahwa Allah, melalui surat al-Mulk menyatakan keagungan atas kekuasaan-Nya.

Hal itu juga dibarengi dengan peniadaan atau kemustahilan akan adanya kekurangan dari Zat Allah yang Maha Kuasa tersebut. untuk itu, segalanya tentu akan berpulang kepada Allah dan segala sesuatu tidak akan permah bisa memberikan kemudharatan kepada Allah.

Kekuasaan Allah dalam hal langit dan bumi yang itu kemudian diwakilkan kepada manusia merupakan ujian dan cobaan. Oleh karenanya, dalam surat al-Mulk sangat jelas dikatakan bahwaa apa yang dimiliki manusia bukanlah kepemilikan yang permanen, justru merupakan pinjaman yang nanti akan diaudit oleh Allah sendiri.

Sifat Allah sebagai yang maha Adil akan menempatkan secara tepat mana hamba yang baik dan mana hamba yang buruk, sementara sifat Allah yang maha Pengampun akan menyeleksi siapa-siapa dari hamba yang buruk tersebut yang bisa diampuni karena pertobatan yang didasari dengan keikhlasan.

Pada pertengahan hingga akhir surat, banyak pembahasan tentang janji dan ancaman Allah kepada orang kafir. Di antaranya, terdapat pembahasan mengenai keadaan orang kafir, azab pedih apa saja yang telah di sediakan Allah untuk mereka, juga tentang penyesalan yang besar dari orang-orang kafir ketika telah berlalunya kehidupan dunia dan habisnya kesempatan mereka berbuat baik.

Penyesalan tersebut bertambah setelah Allah menunjukkan bahwa berhala-berhala yang mereka jadikan tuhan ternyata tidak berdaya apa-apa. Adapun Allah, banyak membuat permisalan, mulai dari ketetapan rezki bagi burung yang bertawakkal kepada Allah dan juga adanya kehidupan setelah kematian, yang itu semua menjadi bukti akan kekuasaan Allah bagi orang-orang yang mengingkarinya.

Keutamaan Surah al-Mulk

Beberapa manfaat membaca surat al-Mulk, telah dijelaskan langsung oleh Rasulullah saw. Di antaranya adalah:

  1. Surah al-Mulk adalah Syafa’at bagi siapa saja yang membacanya hingga ia diampuni Allah swt. Hal ini berdasarkan hadis Rasulullah:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ” إِنَّ سُورَةً فِي الْقُرْآنِ ثَلَاثُونَ آيَةً شَفَعَتْ لِصَاحِبِهَا حَتَّى غُفِرَ لَهُ: تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ 

Dari Abu Hurairah R.A. Dari Rasulullah saw, Ia bersabda Sesungguhnya sebuah Surat di dalam al-Qur’an yang berjumlah 30 ayat, dapat menjadi syafaat bagi siapa yang membacanya, hingga orang tersebut diampuni oleh Allah. (surat itu adalah) Tabarokalladzi biyadihi al-Mulk (Al-Mulk)

  1. Surat al-Mulk adalah surat yang akan Rasul baca sebelum tidur di malam hari. Sesuai hadis Rasulullah:

عَنْ جَابِرٍ، قَالَ: ” كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَنَامُ حَتَّى يَقْرَأَ الم تَنْزِيلُ السَّجْدَةَ، وَتَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ

Dari Jabir R.A. ia berkata: Rasulullah saw tidak pernah tidur sebelum Beliau membaca “Alif Lam Mim Tanzil (as-Sajadah) dan Tabarokalladzy biyadihi al-Mulk (al-Mulk)

  1. Surat al-Mulk juga bisa menghindarkan dari azab Kubur. Berdasarkan riwayat dari Abdullah:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ: «سُورَةُ تَبَارَكَ هِيَ الْمَانِعَةُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ

Dari Abdulah R.A. Rasulullah saw pernah bersabda “surat tabarok adalah penghalang dari Adzab Kubur”

Beberapa hadis di atas kiranya menjadi dasar dari nasihat-nasihat yang selama ini kita dengar mengenai anjuran membaca surat al-Mulk. Dengan harapan bahwa al-Mulk tersebut bisa membantu orang yang menghadapi kematian agar terhindar dari adzab kubur dan nantinya menjadi syafaat di hari akhir.

Baca Juga:

Tentu yang lebih utama, bagi kita adalah membaca surat al-Mulk saat kita masih diberi kesempatan, kesehatan dan kemampuan dari Allah swt. Wallahu a’lam

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here