3 Keistimewaan Surah Al Waqiah yang Sebaiknya Kita Pahami!

754
Surah Al Waqiah

Tongkrongan Islami – Seluruh umat Islam tentu meyakini bahwa al-Qur’an adalah kitab suci yang diturunkan Allah kepada Nabi Terakhir, Muhammad saw. Namun, tidak banyak yang menyadari bahwa Allah swt menurunkan al-Qur’an sebagai panduan hidup dan solusi problematika pada umumnya. Solusi-solusi tersebut, bisa ditemukan dalam berbagai ayat yang terkumpul dalam surah per surah. Dengan begitu, maka setiap surah tentu memiliki keistimewaannya masing-masing.

Di antara surat yang memiliki keistimewaan dan kelebihan sebagai solusi hidup adalah surat al-Waqi’ah. Masyarakat pada umumnya mengenal surat ini dengan sebutan surat seribu dinar, dengan anggapan, surat ini adalah pintu rezeki bagi yang membacanya. Anggapan ini, jika kita telusuri lebih jauh, akan didapati akar keterangannya pada beberapa hadis. namun, tidak hanya sebagai pintu rezeki, al-Waqi’ah juga memiliki banyak keistimewaan yang jarang diketahui.

Kandungan Surah Al-Waqiah Secara Umum

Sebelum kita membahas lebih terperinci, ada baiknya kita mengetahui secara umum tentang surat al-Waqi’ah. Dalam beberapa keterangan, disebutkan surat al-Waqi’ah terdiri dari sembilan puluh tujuh ayat, atau dalam keterangan lainnya dikatakan sembilan puluh enam ayat.

Menurut al-Hasan al-Bashry, Surat al-Waqi’ah digolongkan sebagai surat makkiyah tanpa pengecualian. Berbeda dengan itu, Ikrimah, Jabir, Atha dan Ibn Abbas menyatakan bahwa al-Waqi’ah bagian dari surat makkiyah kecuali ayat ke-28 (wa taj’aluna rizqokum annakum tukaddzibun). Adapun al-Kilaby berpendapat bahwa empat ayat terakhir dari surat al-Waqi’ah digolongkan madaniyyah.

Kandungan surat al-Waqi’ah pada umumnya berbicara tentang hari kiamat, sebagaimana dengan arti dari kata al-Waqi’ah itu sendiri (hari kiamat).  Semantara Jika hendak diperinci, maka akan didapati beberapa pembahasan di dalam surat ini, di antaranya:

  1. Anjuran mempersiapkan diri untuk hari pembalasan
  2. Kiat-kiat untuk lebih menghayati keimanan
  3. Beberapa proses usaha mendapatkan Ridha Allah dengan amalan shalih
  4. Penjelasan tentang kekuasaan Allah sebagai bukti kepada manusia atas ke-esaan-Nya
  5. Penjelasan tentang tiga golongan manusia yang nanti dihadapan Allah, lalu balasan dari tiap golongan tersebut, serta sebab-sebab mengapa mereka mendapatkan balasan itu.
  6. Terdapat gambaran tentang proses meninggalnya seseorang. Proses kematian itu digambarkan dengan tujuan agar manusia mengambil pelajaran bahwa tiada kuasa yang bisa membuat mereka lari dari kematian, dan hakikatnya, Allah telah lebih dahulu dekat dengan mereka dibanding kematian itu sendiri.

Beberapa Keistimewaan Surah al-Waqiah

Di dalam kitab Mausu’ah Fadha’il Suar wa Ayatil Qur’an diterangkan beberapa keistimewaan al-Qur’an. Di antaranya:

1.Surat al-Waqi’ah adalah surat yang Menyita perhatian Rasulullah.

Diriwayatkan dari Abu Ahwas, Bahwa Abu Bakar as-Shiddiq pernah bertanya kepada Rasulullah, “Surat apa yang ‘membuat Engkau menjadi tua’?”. Rasulullah menjawab, “Surat Hud, al-Waqi’ah, al-Mursalat dan amma yatasa’alun (an-Naba’) serta idza as-syamsu kuwwirot (at-Takwir)”.

Pertanyaan “membuat Engkau Menjadi tua” jika dilihat secara tekstual memang terkesan mengandung makna negatif. Namun tentu bukan itu yang dimaksudkan oleh Abu Bakar as-Shiddiq.

Dalam Kitab Faidh al-Qadir, al-Munawy menjelaskan bahwa maksud menjadi tua adalah kiasan Rasulullah yang menunjukkan perhatian besar beliau terhadap surat al-Waqi’ah yang memang membicarakan tentang keadaan yang sangat penting, yaitu keadaan umat manusia di Hari Akhir nanti.

Besarnya perhatian beliau, seakan-akan membuat Rasulullah mendekati masa Kiamat tersebut. berdasarkan hal ini, maka menjadi bagian dari sunnah Nabi saw untuk juga menghayati kandungan al-Waqi’ah, sebagaimana Rasulullah saw mencontohkannya

2. Surat al-Waqi’ah adalah surat yang sering dibaca Rasulullah di waktu shalat malam.

Dalam sebuah riwayat dari Ibnu Mas’ud bahwa Rasulullah sering menggabungkan dua surat dalam satu rakaat shalat, penggabungan dua surat ini disebut surat an-Nazhair. Di antara surat tersebut adalah surat al-Waqi’ah. Lebih terperinci lagi, Iqlimah meriwayatkan bahwa Rasulullah biasanya membaca surat al-Waqiah dan nun (al-Qalam) dalam satu rakaat.

3. Membaca surat al-Waqi’ah akan menghindarkan seseorang dari kefakiran

Memang tidak bisa dipungkiri, jika melihat hadis yang menyatakan poin ini, banyak di antaranya yang tidak sampai derajat marfu’. Namun didapati satu hadis shahih yang memuat keterangan ini. Diriwayatkan oleh az-Zaila’iy, dalam kitab Tarikh al-Kasysyaf, dari Abdullah bin Mas’ud (3/412):

مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْوَاقِعَةِ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ لَمْ تُصِبْهُ فَاقَةٌ أَبَدًا فَكَانَ ابْنُ مَسْعُودٍ يَأْمُرُ بَنَاتَهُ بِقِرَاءَتِهَا كُلَّ لَيْلَةٍ

Barang siapa yang membaca Surat al-Waqi’ah di setiap malam, maka tidak akan tertimpa padanya kemiskinan. Berdasarkan hadis ini, Ibnu mas’ud menyuruh putrinya untuk membaca surat al-Waqi’ah di setiap malam.

Hadis ini juga terdapat di dalam Bagiyyah al-Bahits ‘an Zawa’id Musnad al-Harits. Secara jelas, hadis ini menerangkan bahwa salah satu keistimewaan yang Allah letakkan pada al-Waqi’ah adalah sebagai penghalang kemiskinan bagi siapa saja yang rajin membacanya tiap malam. Tentu saja, “kemiskinan” di sini memiliki arti yang umum, sehingga tidak hanya berkaitan dengan harta secara material, tetapi juga secara spritual, seperti kemiskinan hati atau akhlak budi.

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here