Muhammadiyah dan NU Kompak Tetapkan Awal Puasa Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri

Advertisement
Belakangan ini, Muhammadiyah dan NU adalah ormas yang sering dipandang berselisih terkait penetapan awal puasa ramadhan dan hari raya didul fitri. Meskipun secara umum, hal itu tidaklah benar mengingat ada 3 perbedaan pendpat yang sering timbul.

Sebut saja pendapat An-Nadzirin dan jamaah Naqsabandiyah yang menetapkan sehari sebelum muhamadiyah, Muhammadiyah Dkk, dan sehari setelah muhammadiyah yaitu pemerintah, NU, dll. Sebagaimana yang terjadi 2 tahun terakhir, NU dan Muhammadiyah adalah 2 ormas yang mengalami ketidakkompakan penentuan hari bersejarah ini. selain itu terkadang Muhammadiyah dan Arab juga mengalami perbedaan pendapat.

Baca Artikel Terbaru Situs Ini: 
  1. Penetapan Awal Ramadhan 1437 H / 2016 M
  2. Jadwal Azan, Sholat dan Waktu Imsak 1437 H / 2016 M
  3. Daftar Artikel Ramadhan (Wawasan Seputar Bulan Ramadhan)
  4. Kartu Ucapan Menyambut Bulan Ramadhan

Tahun 2015 berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, melalui Kementrian Agama RI bersama dengan seluruh ormas Islam telah memenuhi kesepakatan dalam penentuan awal bulan puasa Ramadhan dan Idul Fitri 1436 H pada hari yang bersamaan.
Muhammadiyah dan NU Kompak
Kamis 18 Juni 2015 M adalah awal Puasa Ramadhan 1436, Jum’at 17 Juli 2015 M adalah hari raya Idul Fitri (1 Syawal 1436 H), dan jumlah puasa pada bulan Ramadhan sebanyak 29 Hari. Kesepakatan ini berdasarkan perhitungan yang dilandasi dengan argument berikut:

Penetapan Awal Ramadhan 1436 H / 2015 M

Pada malam Rabu ketinggian Hilal berada pada -2,32 derajat, dan ketinggian hilal pada malam kamis berada pada 10,15 derajat dan hasil ijtimak akhir bulan sya’ban jatuh pada hari Selasa, 16 Juni 2015 M jam 21.05 WIB yang menyebabkan tanggal 1 Ramadhan jatuh pada hari Kamis 18 Juni 2015 M.

Penentuan awal Ramadhan 1436 H yang jatuh pada Hari Kamis 18 Juni 2015 M berdasarkan pada ketinggian hilal yang mencapai -2,32 derajat pada malam Rabu. Pada ketinggian ini hilal berada di bawah ufuk sesaat sebelum matahari terbenam. Hal itu dapat diartikan bahwa hilal belum wujud atau tidak bisa dirukyat atau dilihat. Berbeda pada hari kami yang menunjukkan ketinggian hilal berada pada 10,15 derajat, hal itu dapat diartikan bahwa adanya wujudul hilal dan telah melebihi batas miniml 2 derjat untuk dapat dirukyat (Apabila wujud hilal dan rukyat telah terpenuhi maka kita dapat menentukan hari raya tersebut).

Penetapan 1 Syawal 1436 H (Hari Raya Idul Fitri) 2015 M

Ijtimak akhir pada bulan Ramadhan jatuh pada hari Kamis 16 Juli 2015 M jam 08.21 WIB dan ketinggian hilal pada malam Jum’at berada pada 3, 62 derajat yang menyebabkan 1 Syawwal jatuh pada hari Jum’at 17 Juli 2015 M.

Penentuan Idul Fitri 1 Syawal 1436 H yang jatuh pada Jum’at 17 Juli 2015 M adalah berdasarkan pada perhitungan di atas, dimana tinggi hilal pada malam Jumat adalah 3,62 derajat. Hal itu dapat diartikan bahwa hilal sudah wujud dan bisa dirukyat karena ia telah melebihi batas minimal dalam penentuanya yaitu 2 derajat (Apabila wujud hilal dan rukyat telah terpenuhi maka kita dapat menentukan hari raya tersebut).

Mengapa NU dan Muhammadiyah Kompak 1436 H / 2015 M?

Kekompakan NU dan Muhammadiyah dalam penentuan Awal Bulan Puasa dan hari Raya Idul Fitri 1436 H/2015 M bukan karena meleburnya kedua metode yang mereka gunakan (Metode Wujudul Hilal yang digunakan oleh Muhammadiyah dan Metode Rukyatul Hilal bil Fi'li yang digunakan oleh NU beserta ormas lainnya). Melainkan hasil perhitungan kedua metode tersebut telah memenuhi semua kriteria yang menetapkan bahwa adanya kesamaan dalam penentuan kedua hari raya tersebut.
Jika ditanyakan apakah kekompakan ini akan berlanjut beberapa tahun kemudian? Kita semua berharap hal itu terus berulang. 

Kenapa Masih Ada Ormas atau Jamaah yang Berbada?

Jamaah seperti Naqsabandiyah dan An-Nazdirin yang mengalami perbedaan dengan Muhammaiyah dan Nu seperti yang sering terlihat di TV adalah karena metode yang mereka gunakan adalah metode hisab kuno yang tidak mengalami perkembangn berarti (masih mempertahankan pendapat alami tanpa mempertimbangkan realita pergerakan bulan dan matahari).

Kekompakan dalam penetapan Awal Puasa Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1436 H / 2015 M adalah berita bahagia yang selama ini meresahkan beberapa masyarakat.