Pengertian Hukum Islam

Advertisement
Pengertian Hukum Islam - Secara etimologis, kata hukum berasal pada kata حكم yang berarti menolak, dari sinilah terbentuk kata الحكم yang berarti menolak kelaliman/penganiayaan.[1] Adapun secara termenologis ulama usul mendefinisikan hukum dengan titah Allah yang berkenaan dengan perbuatan orang-orang mukallaf, baik berupa tuntutan, pilihan, maupun larangan.[2] Sedangkan ulama fikih mengartikannya dengan efek yang dikehendaki oleh titah Allah dari perbuatan manusia, seperti wajib, haram dan mubah.[3]

Selain definisi yang dikemukakan tersebut, kata hukum memngandung pengertian yang begitu luas, tetapi secara sederhana, hukum adalah seperangkat peraturan tentang tingkah laku manusia yang ditetapkan dan diakui oleh satu negara atau kelompok masyarakat, berlaku dan mengikat untuk seluruh anggotanya.[4]

defenisi hukum islam

Hasbi Assh-Shiddiqei memberikan definisi hukum Islam dengan “koleksi daya upaya para ahli untuk menetapkan syariah atas kebutuhan masyarakat”. Sedangkan menurut A. Qadri Azizi bahwa hukum Islam: “berbicara tentang hukum Islam pada priode awal (masa Nabi saw.), harus diakui tidak ada pemisahan antara hukum Islam di satu sisi dengan hukum yang ada di masyarakat (hukum umum) disisi lain. Hal ini berarti bahwa ketika Nabi merebut dan mempraktekkan hukum, maka itu adalah hukum Islam, diyakini pula oleh umat Islam bahwa khalifah yang empat juga demikian, mereka mepraktikkan hukum Islam dalam kehidupan sehari-hari urusan privat maupun urusan pablik selalu mengacu pada hukum Islam.[5]

Mengenai wujud hukum Islam, ada semacam kesepakatan bahwa pada masa Nabi saw. Hukum Islam belum tersismatiskan, demikian juga pada masa sahabat Nabi saw., bahkan ada yang bependapat bahwa mulai pada masa tabi’in itulah hukum Islam baru tersistematisir.

Hukum Islam dibandingkan dengan pandangan atau pemikiran hukum Barat akan terlihat perbedaan, contoh dalam masalah Hak Asasi Manusia, karena pemikiran hukum Barat memandang Hak Asasi Manusia semata-mata antroposentris, artinya bepusat pada manusia, dengan demikian manusia sangat dipentingkan, sedangkan hukum Islam memandang Hak Asasi Manusia bersifat teosentris, artinya berpusat pada Tuhan dengan demikian manusia penting tetapi lebih penting adalah Tuhan.[6] 

Catatan Kaki

[1]Abu al-Husain, al-Maqayis al-Lughah (Saudi: al-Ittihad al-Kitab al’Arab), h. 73.
[2]Umar Shihab, Hukum Islam dan Tranformasi Pemikiran (Semarang: Dina Utama, 1996), h. 8.
[3]Abd Wahab Khallaf, Ilmu Ushul Fiqhi (Jakarta: al-Majlis al-‘Ala al-Andulusia li al-Dakwah al-Islamiayah, 1972), h. 11.
[4]Amir Syarifuddin, op.cit., h. 281.
[5]A. Qadry Azizi, Eklektisisme Hukum Nasional (Kompotensi antara Hukum Islam dan Hukum Umum) (Yogyakarta: Gema Media, 2002), h. 1-14.
[6]Mahammad daud Ali, Hukum Islam di Indonesia, Akar Sejarah, Hambatan dan Prospeknya (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2000), h. 53.

0 Response to "Pengertian Hukum Islam"

Post a Comment

Berkomentarlah yang Bijak! Hanya komentar yang sopan yang Kami terbitkan di situs ini. Baca Kebijakan Situs

No Sara, No Spam!