Panduan Sholat Istikhoroh: Meminta Petunjuk Allah dari Berbagai Pilihan

Panduan Sholat Istikhoroh

Panduan Sholat Istikhoroh -Manusia merupakan maklhuk lemah yang membutuhkan pertolongan dari siapapun, termasuk dari Allah SWT. Dalam kehidupan ini, manusia tidak akan luput dari berbagai hal yang akan mereka hadapi. Manusia senantiasa berada pada pilihan-pilihan yang dapat membawa mereka ke arah yang lebih bagus maupun sebaliknya.

Terkadang kita akan dihadapapkan pada pilihan yang sederhana, mendesak, hingga terasa sulit. Semua hal itu merupakan ujian yang diberikan Allah SWT bagi hambanya yang bertakwa.

Meskipun ini merupakan tantangan bagi siapapun, tentu kita sebagai muslim tidak ingin terjerumus ke dalam pilihan terburuk. Pilihan tersebut pasti ada dalam diri kita, namun belum tentu langkah yang kita lakukan adalah pilihan terbaik di mata Allah SWT.

وَرَبُّكَ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَيَخْتَارُ مَا كَانَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ سُبْحَانَ اللَّهِ وَتَعَالَى عَمَّا يُشْرِكُونَ. وَرَبُّكَ يَعْلَمُ مَا تُكِنُّ صُدُورُهُمْ وَمَا يُعْلِنُونَ. وَهُوَ اللَّهُ لا إِلَهَ إِلَّا هُوَ لَهُ الْحَمْدُ فِي الْأُولَى وَالْآخِرَةِ وَلَهُ الْحُكْمُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

“Dan Rabbmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya. Sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan (dengan Dia). Dan Tuhanmu mengetahui apa yang disembunyikan (dalam) dada mereka dan apa yang mereka nyatakan. Dan Dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, bagi-Nyalah segala puji di dunia dan di akhirat, dan bagi-Nyalah segala penentuan dan hanya kepada-Nyalah kalian dikembalikan.” (QS. Al-Qashash: 68-70)

Pilihan terbaik dan terburuk merupakan kondisi manusiawi yang selalu mengiringi roda kehidupan manusia. Kerenanya, di dalam Islam terdapat sebuah tuntunan dalam mengambil keputusan terbaik yang pernah diajarkan Rasulullah SAW, termasuk di antaranya ketika kita bingung memutuskan jodoh, pekerjaan atapun permasalahan yang begitu mendesak.

Tuntunan memutuskan sesuatu secara syar’i merupakan wujud pemberian kasih sayang Allah SWt kepada hambanya yang memiliki sifat dasar lemah, ragu bahkan tidak yakin dengan apa yang mereka putuskan. Tuntunan syar’i ini di antaranya dengan cara menjalankan sholat Istikhoroh sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah SAW dalam beberapa hadisnya.

Sholat istikhoroh adalah shalat meminta petunjuk yang baik. Ketika seseorang akan mengerjakan suatu pekerjaan yang penting, sedangkan ia masih ragu-ragu, apakah pekerjaan itu baik untuk dia atau tidak? Maka saat itulah disunahkan baginya shalat dua rakaat (istikhoroh) di luar shalat fardhu. Sesudah itu berdoa meminta petunjuk kepada Allah swt. atas pekerjaan/perkara yang masih diragukannya tersebut.

Hal ini sebagaimana yang disebutkan dalam hadis Nabi di bawah ini:

لحديث جابربن عبد الله رضي الله عنه قال: كان رسول الله صليّ الله عليه وسلّم يعلمنا الإستخارة في الأمور كما يعلّمنا السورة من القرآن يقول: إذا همّ احدكم بأمر فاليركع ركعتن من غيرالفريضة ثمّ لْيقل

Berdasarkan hadis Jabi bin Abdullah ra. Ia berkata: “Rasulullah SAW mengajari kami untuk untuk shalat istikhorah dalam setiap urusan, sebagaimana beliau mengajari kami surat dari Alquran. Beliau bersabda, “Jika kalian ingin melakukan suatu urusan, maka kerjakanlah shalat dua rakaat selain shalat fardhu, kemudian hendaklah ia berdoa:

اللهمّ إنى استخيرك بعلمك واستقدرك بقدرتك واسألك من فضلك العظيم فإنّك تقدر ولا اقدر وتعلم ولا اعلم وأنت علّام الغيوب. اللهمّ إن كنت تعلم أنّ هذا الأمر خيرلى فى ديني ودنياي ومعاشي وعاقبة أمري (اوعاجل أمري وآجله) فاقدره لي ويسّره لي ثّم بارك لي فيه. وإن كنت تعلم أنّ هذا الأمر شرّلي في ديني ودنياي ومعاشي وعاقبة أمري (اوعاجل أمري وآجله) فاصرفه عنّي واصرفني عنه واقددرلي الخير حيث كان ثمّ رضّني به.  رواه البخاري

“Ya Allah! Arahkanlah diriku kepada yang baik dengan ilmu-Mu, dan berilah aku kemampuan dengan kekuasaan-Mu, dan aku selalu mengharapkan anugerah-Mu yang melimpah, sesunguhnya Engkau Maha Kuasa, dan aku tidak kuasa sedikitpun, dan Engkau yang Maha Mengetahui, dan aku tidak tahu sedikitpun. Dan Engkaulah yang Maha mengetahui segala yang baik. Ya Allah! Jika hal ini baik bagiku, bagi agama, dunia, penghidupan dan kesudahan urusanku, maka mohon Engkau tetapkan kebaikan dan kemudahan bagiku, kemudian limpahkanlah berkah bagiku. Jika hal ini jelek bagiku, bagi agama, dunia, penghidupan dan kesudahan urusanku, mohon Engkau jauhkan ia dari padaku dan jauhkan aku dari padanya dan limpahkanlah kepadaku keutamaan juga adanya, kemudian jadikanlah aku orang yang rela dengan pemberian.” (HR. Bukhari)

Waktu Pelaksanaan Sholat Istikhoroh

Shalat istikharah boleh dilakukan kapanpun baik pada malam atau siang hari diluar shalat fardhu. Karena tidak ada hadis yang menerangkan waktu khusus tentang pelaksanaanya. Sehingga sholat sunnah ini boleh dilakukan kapanpu dan dimanapun.

Pastikan untuk menghindari waktu terlarang untuk sholat istikhoroh seperti setelah waktu asar. Berbeda dengan sholat gerhana bilamana gerhana terjadi pada waktu ashar maka diperbolehkan untuk sholat gerhana. Pengecualian bagi sholat istikhoroh, tidak balih dilakukan pada waktu terlarang karena bisa dilakukan di luar waktu terlarang.

Tata Cara Sholat Istikhoroh

Menurut Hanafiyah dan Syafi’iyah shalat Istikharah ada dua rakaat dan membaca doa sesudahnya dengan berdasarkan hadis Jabir yang diriwayatkan oleh Bukhari. Syafi’iyah menambahkan pada rakaat pertama membaca al-Kafirun dan pada rakaat kedua membaca al-Ikhlas setelah al-Fatihah.

Untuk tata cara pelaksanaan sholat istikhor sama halnya dengan sholat lainnya. Yaitu diawali dengan takbiratul ikhram lalu ditutup dengan salam. (baca: tuntunan sholat lengkap) yang membedakan hanya dikisaran waktu pelaksanaan. Yaitu boleh dilakukan kapanpun dan di manapun.

Baca Juga: Tata Cara Sholat Dhuha sesuai tuntunan Nabi SAW

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.