Bagaimanakah Tata Cara Menjawab Adzan?

Tata Cara Menjawab Adzan

Tata Cara Menjawab Adzan – Jawaban adzan sesuai dengan apa yang diucapkan Mu’adzin hal ini didasari pada beberpa hadi nabi SAW di bawah ini:

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا سَمِعْتُمْ النِّدَاءَ فَقُولُوا مِثْلَ مَا يَقُولُ الْمُؤَذِّنُ

Dari Abu Said Al-khudri bahwasanya Rasulullah saw. Bersabda “Apabila kalian mendengar adzan maka ucapkanlah sebagaimana yang diucapkan ileh Mu’adzin”

Diriwayatkan oleh Muslim dalam kitab As-Shalat bab Istihbabul qouli mistlil qoulil mu’adzin liman sami’ahu hadist ke 576. Kecuali pada lafaz حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ dan حَيَّ عَلَى الْفَلَاحِ. Dijawab dengan ucapan لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ Dengan dalil:

عَنْ حَفْصِ بْنِ عَاصِمِ بْنِ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا قَالَ الْمُؤَذِّنُ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ فَقَالَ أَحَدُكُمْ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ ثُمَّ قَالَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ قَالَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ ثُمَّ قَالَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ قَالَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ ثُمَّ قَالَ حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ قَالَ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ ثُمَّ قَالَ حَيَّ عَلَى الْفَلَاحِ قَالَ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ ثُمَّ قَالَ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ قَالَ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ ثُمَّ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ مِنْ قَلْبِهِ دَخَلَ الْجَنَّةَ

Dari Hafs bin ‘Ashim bin umar bin Al-Khatab bahwasanya kakeknya berkata: Rasulullah saw bersabda “Apabila Mu’adzin mengucapkan ‘Allahu akbar – Allahu akbar’ maka kalian ucapkan ‘Allahu akbar – Allahu akbar’ kemudian jika ia (Mu’adzin) mengucapkan ‘Asyhadu anlaa Ilaha illAllah’ maka kalian ucapkan ‘Asyhadu anlaa Ilaha illAllah’ kemudian jika ia Mu’adzin) ucapkan ‘Asyhadu anna Muhammadan rasulullah’ maka kalian ucapkan ‘Muhammadan rasulullah’ kemudian jika ia (Mu’adzin) ucapkan ‘Hayya ‘alashshalah’ maka kalian ucapkan ‘Laa haula wa laa quwwata illa billah’ kemudian jika ia (Mu’adzin) mengucapkan ‘Hayya ‘alal falaah’ maka kalian ucapkan ‘Laa haula wa laa quwwata illa billah’ kemudian jika ia (Mu’adzin) mengucapkan ‘Allahu akbar – Allahu akbar’ maka kalian ucapkan ‘Allahu akbar – Allahu akbar’ kemudian jika ia (Mu’adzin) mengucapkan ‘Laa Ilaha illAllah’ maka kalian ucapkan ‘Laa Ilaha illAllah’ dengan hati, maka masuk syorga.

Diriwayatkan oleh Muslim dalam kitab As-Shalat bab Istihbabul qouli mistlil qoulil mu’adzin liman sami’ahu hadis ke 578.

Advertisement
Loading...

Dan banyak hadis senada yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dan lainnya yang menjelaskan masalah ini, kemudian ada yang menambahkan kalimat ”Illa billahil ’aliyyil ’adzim” tambahan ini tidak ada dalilnya.

Imam Syafii, Maliki, dan Hanbali berpendapat menjawab adzan hukumnya sunah baik dalam keadaan suci maupun dalam keadaan junub, haid, atau nifas selama tidak sedang melakukan jimak atau sedang buang air.

Imam Hanafi tidak membolehkan orang yang sedang haid atau nifas menjawab adzan. (Al-fiqhu alal-madzhabil arba’ah, abdurrahman al-Jaziri, bab Adzan). Sementara A. Qadir Hasan melalui pendekatan Ushulfiqh mengatakan ‘Wajib’ Kemudian timbul permasalahan pada jawaban lafaz as-Shalatul- khairuminnaum sebagian orang ada yang menjawab lafaz ini dengan ucapan shadakta wa bararta wa ana dzalika minas-syahidin.

Insya Allah dengan segala keterbatasan kami akan menyampaikan sedikit pandangan kami sebagai berikut:

Menilik hadis-hadis tentang ucapan ketika mendengar adzan tidak ada satupun hadis yang menjelaskan secara khusus lafaz yang harus diucapkan ketika mendengar lafaz Tastwib, hadis-hadis tersebut hanya mengecualikan lafaz hayya ‘ala-shalah dan hayya ‘alal-falah.

Sementara yang lainya dijawab dengan lafaz sama yang diucapkan oleh Muadzin, jadi menurut kami jawaban Tastwib dengan lafaz itu juga.

Ringkasan Ucapan Adzan dan Jawabannya

Ucapan Muadzin Jawaban Mustami (pendangar)
Allahu akbar – Allahu akbar Allahu akbar – Allahu akbar
Asyhadu anlaa Ilaha illAllah Asyhadu anlaa Ilaha illAllah
Asyhadu anna Muhammadan rasulullah Muhammadan rasulullah
Hayya ‘alashshalah Laa haula wa laa quwwata illa billah
Hayya ‘alal falaah Laa haula wa laa quwwata illa billah
As-shalatul- khairuminnaum As-shalatul- khairuminnaum
Allahu akbar – Allahu akbar Allahu akbar – Allahu akbar

 

Baca Juga: Tuntunan Adzan dan Iqomah Berdasarkan Sunnah Nabi SAW

Dalil-dalil yang memerintahkan untuk menjawab adzan ditujukan kepada Mustami’ (orang yang mendengar) tidak ada dalil yang menyuruh Mu’adzin untuk menjawab adzanya sendiri dan jika ini terjadi namanya bukan menjawab melainkan mengulang lafaz adzan dan ini tidak disyari’atkan. WAllahul Muta’an, WAllahu A’lam bisshawaab

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here