Doa Agar Diberi Kenikmatan & Terhindar dari Kesenangan Sesaat

Doa Agar Diberi Kenikmatan

Tongkrongan Islami – Doa agar diberi kenikmatan berkesinambungan adalah salah satu bentuk ikhtiar kita agar terhindar dari kesenangan sesaat. Segala yang kita terima di dunia ini datang dari Allah SWT, semua adalah pemberianNya.

Kita dianjurkan untuk tidak sombong hingga lupa berdoa dan melalaikan segala bentuk ibadah saat dalam keadaan senang. Saat kita di beri kebahagiaan, dianjurkan untuk bersyukur dan berdoa, agar nikmat kebajikan yang diberikan Allah SWT senantiasa mengiringi kehidupan kita. Sebagaimana dalam Firman Allah SWT:

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. [QS. Ibrahim: 7]

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : اُنْظُرُوْا إِلَى مَنْ أَسْفَلَ مِنْكُمْ، وَلاَ تَنْظُرُوْا إِلَى مَنْ فَوْقَكُمْ، فَهُوَ أَجْدَرُ أَنْ لاَ تَزْدَرُوْا نِعْمَةَ اللهِ عَلَيْكُمْ

“Lihatlah kepada orang-orang yang lebih rendah daripada kalian, dan janganlah kalian melihat kepada orang-orang yang berada di atas kalian, karena yang demikian itu lebih patut bagi kalian, supaya kalian tidak meremehkan nikmat Allâh yang telah dianugerahkan kepada kalian.” [Bukhari, Muslim, At-Tirmidzi & Ibnu Majah]

Doa Agar Diberi Kenikmatan dan Terhindar dari Kebahagiaan Sesaat

Doa Pertama

رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ

Rabii auzi’nii an asykuro ni’matakal-latii an’amta ‘alayya wa ‘alaa waalidayya wa an a’mala shaalihan thardhaahu, wa adkhilni bi rahmatika fii Ibaadikas Sholihiin.

“Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh”. [QS. Al-Naml: 19]

Doa di atas merupakan doa yang diucapkan oleh Nabi Sulaiman AS ketika bersyukur atas segala kekayaan yang diberikan oleh Allah SWT kepadanya. Doa ini juga ditujukan bagi orang yang ingin senantiasa konsisten dalam menjalankan amal shaleh.

Doa Kedua

رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي ۖ إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

Rabii auzi’nii an asykuro ni’matakal-latii an’amta ‘alayya wa ‘alaa waalidayya wa an a’mala shaalihan thardhaahu, wa ashlih lii fii dzurriyatii, inni tubtu ilaika wa innii minal muslimiin. 

“Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri” [QS. Al-Ahqâf. 15]

Beberapa ahli tafsir menyebutkan bahwa doa di atas merupakan Doa Abu Bakar As-Shiddiq yang diucapkan saat kedua orang tuanya menyatakan masuk ke dalam agama Islam. Doa ini juga dianjurkan dibaca saat menginginkan keturunan yang shaleh.

Doa Ketiga

Nikmat yang paling agung adalah mendapatkan petunjuk kepada agama Allah (Islam) sebagaimana hadits Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah berdo’a:

اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لِي دِينِي الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِي وَأَصْلِحْ لِي دُنْيَايَ الَّتِي فِيهَا مَعَاشِي وَأَصْلِحْ لِي آخِرَتِي الَّتِي فِيهَا مَعَادِي وَاجْعَلْ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لِي فِي كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلْ الْمَوْتَ رَاحَةً لِي مِنْ كُلِّ شَرٍّ

Allahumma ashlih li dinil-ladzi huwa ‘ishmatu amri, wa ashlih li dunyaya al-lati fiiha ma’asyi, wa ashlih li akhiratiyal-lati fiiha ma’adi, waj’alil-hayata ziyaadatan-li fai kulli khair, waj’alil-mauta raahatal-li min kulli syarr.

“Ya Allah, perbaikilah bagiku agamaku penjaga segala urusanku dan perbaikilah bagiku duniaku yang di dalamnya terdapat kehidupanku dan perbaikilah bagiku akhiratku yang merupakan tempat kembaliku, dan jadikanlah kehidupan ini bagiku tempat bertambahnya setiap kebaikan, dan jadikanlah kematian itu istirahatku dari setiap kejelekan.” [HR. Muslim].

Doa Keempat

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ وَجَمِيعِ سَخَطِكَ

َALLAHUMMA INNII A’UUDZU BIKA MIN ZAWAALI NI’MATIK, WA TAHAWWULI ‘AAFIYATIK, WA FUJAA’ATI NIQMATIK, WA JAMII’I SAKHOTHIK

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Mu dan hilangnya nikmat-Mu dan berubahnya keselamatan, dan azab yang tiba-tiba datang, dan seluruh kemurkaan-Mu.” [HR. Muslim].

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.